Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Beladiri

Pak Guru yang Cabuli 6 Murid Pria kini Ditahan

Pak Guru yang Cabuli 6 Murid Pria kini Ditahan
Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto dalam jumpa pers di Wonogiri. (foto: ist via gatra.)
Sabtu, 18 September 2021 12:49 WIB
WONOGIRI - Kepala Kepolisian Resos (Kapolres) Wonogiri, AKBP (Ajun Komisaris Brigadir Polisi), Dydit Dwi Susanto dalam rilisnya Jumat lalu mengungkapkan, pihaknya telah menahan oknum guru berinisial PPH (35) di tahanan Polres Wonogiri, Jawa Tengah, atas sangkaan pencabulan terhadap 6 orang siswa laki-laki.

Dalam lansiran Gatra yang dikutip GoNEWS.co, Sabtu (18/9/2021), Dydit mengatakan, keenam korban ini berinisial JH (14), AB (14), R (15), AA (14), D (15), dan RA (13). Semua korban beralamat di Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kata Dydit, tersangka sudah menjamah siswa-siswanya berulang-ulang pada kurun waktu 2016 - 2018. TKP (Tempat kejadian perkara)-nya, salah satu ruang sekolah dan rumah domisili pelaku.

"Disodomi, satu korban ada yang beberapa kali, dan berulang-ulang," ungkap Dydit.

Modus yang dilakukan tersangka, kata Dydit, tersangka berpura-pura meminta siswa untuk memijat tubuhnya, setelah itu bergantian memijat dengan maksud merayu korban agar badan korban tambah tinggi.

Dydit menuturkan, dalam kurun waktu 2016 - 2018 tersebut para korban tidak mau melaporkan ke orangtuanya. Kendati demikian tidak ada tekanan maupun ancaman dari tersangka. Para korban kini sudah duduk di bangku SMP (sekolah menengah pertama).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:gatra.com
Kategori:Beladiri, Jawa Tengah
wwwwww