Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
24 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
5
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ganjar Atau Puan? Megawati akan Minta Petunjuk Allah SWT untuk Menentukan Capres

Ganjar Atau Puan? Megawati akan Minta Petunjuk Allah SWT untuk Menentukan Capres
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 18 September 2021 12:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri akan meminta pentunjuk Allah SWT guna memastikan siapa calon yang akan diusung dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Apakah Puan Maharani atau Ganjar Pranowo?

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan, calon presiden dan calon wakil presiden akan sepenuhnya menjadi domain Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Hasto meyakini, Mega akan memilih pemimpin nasional dengan melakukan kontemplasi, mendengarkan suara rakyat, dan mempertimbangkan banyak aspek strategis.

"Untuk menjadi presiden, wakil presiden, atau menteri sekalipun, keyakinan spritual PDI Perjuangan selalu ada campur tangan Yang Di Atas (Tuhan). Selalu ada suara arus bawah, suara rakyat yang kemudian terakumulasi membentuk keyakinan," tegas Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/9).

Hasto menyadari sejumlah lembaga survei sudah merilis hasil riset mengenai elektabilitas beberapa kader PDIP. Namun ia memastikan partainya tidak akan menjadikan elektabilitas seseorang sebagai alat ukur.

Hasto mengingat pesan Megawati bahwa menjadi presiden itu mudah, tetapi menjadi pemimpin yang sangat sulit. Sebab, di tangannya bergantung hajat hidup 270 juta lebih rakyat Indonesia.

"Untuk menjadi presiden, banyak faktornya. Dan bagi Bu Mega hal tersebut juga dilakukan dengan kontemplasi, memohon petunjuk Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Karena itulah tradisi itu dijalani Bu Mega," tandasnya.***

wwwwww