Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
13 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
20 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Umum

Guru Paud Ganti Peran Ibu, LaNyalla Minta Mereka Dilindungi

Guru Paud Ganti Peran Ibu, LaNyalla Minta Mereka Dilindungi
Ilustrasi guru PAUD tengah bersama anak-anak muridnya. (foto: dok. tanoto foundation)
Jum'at, 24 September 2021 18:07 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI), AA La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam rilisnya yang dikutip Jumat (24/9/2021), meminta agar hak dan profesi guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dilindungi.

LaNyalla menjelaskan, peran Guru PAUD tidak kecil bagi generasi Indonesia. "Guru PAUD merupakan perpanjangan tangan pengasuhan anak usia dini yang menggantikan peran ibu di rumah. Perannya tidak kecil," ujarnya.

"Saya kira pemerintah harus turun tangan melakukan intervensi untuk melindungi hak dan profesi mereka," ujar LaNyalla.

La Nyalla menjelaskan, berbagai keterbatasan model mengajar PAUD di dalam jaringan (daring) menyebabkan guru PAUD menjadi salah satu kelompok yang paling rentan di masa COVID-19.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh guru PAUD adalah sulitnya menerjemahkan pembelajaran anak usia dini yang sifatnya sangat psikomotorik, atau yang berkaitan dengan keterampilan dan kemampuan anak bertindak setelah guru memberi pengalaman belajar tertentu.

"Hal itu membuat sekolah-sekolah PAUD menonaktifkan dan bahkan memecat gurunya. Terutama, di sekolah PAUD yang dikelola oleh masyarakat dan swasta," ujar La Nyalla.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Nasional, Nusantara, DKI Jakarta
wwwwww