Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
13 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
13 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
13 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Voli

Tito Apresiasi Penanganan Terorisme di Sulteng

Tito Apresiasi Penanganan Terorisme di Sulteng
Mendagri Tito dalam kunjungannya ke Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat, 24 September 2021. (foto: puspen kemendagri)
Sabtu, 25 September 2021 10:22 WIB
PALU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito dalam kunjungannya ke Palu, Jumat kemarin, menyatakan apresiasi atas penanganan terorisme di Sulawesi Tengah. Hal itu diungkapkannya menyusul tewasnya pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Ali Kalora.

"Saya juga hadir ke sini untuk memberikan apresiasi kepada jajaran Polri dan TNI yang didukung oleh Pemda dalam konteks penanganan aksi kekerasan terorisme, kita tahu beberapa hari lalu ada yang dilumpuhkan," kata Mendagri Tito dikutip GoNEWS.co dari Pusat Penerangan (Puspen) Kemendagri, Sabtu (25/9/2021).

Dalam lawatannya, mantan Kapolri itu juga menegaskan, negara tak boleh menolerir adanya tindak kekerasan dan kejahatan terorisme. Apalagi, jika tindakan persuasif tak diindahkan, maka aparat harus bertindak tegas.

"Prinsipnya, kita memang tidak mentolerir adanya aksi kekerasan terorisme," tegasnya.

Diketahui, dua DPO MIT Poso, salah satunya yakni Ali Ahmad (Ali Kalora), pemimpin kelompok tersebut, telah berhasil dilumpuhkan dan tewas setelah adanya insiden kontak tembak antara teroris Poso dengan Satgas Madago Raya di daerah pegunungan, Desa Astina, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/9/2021).

Menurut Mendagri, tindakan tegas perlu dilakukan terhadap kelompok jaringan teroris yang meresahkan masyarakat. Tak hanya itu, menurutnya, negara tak boleh memberikan ruang kepada kelompok tersebut untuk melancarkan berbagai aksi berbahayanya.

"Saya datang ke sini untuk menyampaikan apresiasi itu, kita, Sulawesi Tengah ini harus bersih dari aksi-aksi terorisme," pungkas Mendagri.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Sulawesi Tengah
wwwwww