Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

BKSAP DPR Sebut Pemerintah Belum Serius Selamatkan UMKM dari Badai Pandemi

BKSAP DPR Sebut Pemerintah Belum Serius Selamatkan UMKM dari Badai Pandemi
Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir saat menjadi narasumber diskusi 'Optimalisasi Tugas dan Fungsi DPR RI Ditengah Pandemi' dalam rangka Press Gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Bandung, Jawa Barat.
Minggu, 26 September 2021 00:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BANDUNG - Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir menyayangkan sikap pemerintah yang belum serius menyelamatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), akibat dampak dari pandemi Covid-19. Hal itu Ia ungkapkan Hafisz dalam diskusi 'Optimalisasi Tugas dan Fungsi DPR RI Ditengah Pandemi' dalam rangka Press Gathering Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Bandung, Jawa Barat, yang dilaksankan Jumat- Minggu (24-26/09/2021).

Saat ini kata Dia, pemerintah terkesan lebih berpihak kepada kalangan industri dan korporasi yang besar dibandingkan kepada UMKM. "Bentuk keberpihakan pemerintah seperti insentif-insentif yang diberikan untuk industri mobil, misalnya Relaksasi PPn Bm. Tapi untuk UMKM belum terlihat," ujarnya.

Padahal menurutnya UMKM telah terbukti memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup signifikan. Bahkan, bisa dikatakan bahwa sektor UMKM ini penyumbang 95 persen dari perekonomian nasional. "Penerimaan negara yang mencapai Rp1800 Triliun itu bersumber dari pajak, termasuk UMKM," ujarnya Anggota Komisi XI DPR RI itu.

Untuk itu, dirinya mendesak pemerintah segera memprioritaskan UMKM agar dapat bertahan dan bangkit kembali paska Covid-19. Lebih jauh Waketum PAN ini mengatakan, Indonesia berbeda dengan Jepang dan AS. Kedua negara maju ini memang UMKM nya dikendalikan industri besar, sehingga kalau, GM (General Motor) bangkrut, maka pemerintah AS berusaha menyelamatkanya karena sektor industrinya sangat menggerakkan UMKM.

"Karena itu, perlunya memperkuat sektor UMKM untuk menjadi negara maju, dimana syarat untuk menjadi negara maju itu, jumlah pelaku entrepreneur sekitar 2,5% hingga 12,5% dari rasio penduduknya. Memang ini menjadi tantangan ke depan. Saat ini rasio kewirausahaan Indonesia baru 2%," paparnya.

Ia juga mendorong Presiden Jokowi untuk memperbesar kucuran KUR untuk UMKM. Kalau perlu tegas Hafisz, Presiden membentuk lembaga khusus untuk mengurus KUR UMKM. Komisi XI DPR sendiri sudah menyetujui kucuran KUR hingga Rp130 Triliun. Kalau ini diberdayakan, maka banyak UMKM yang bisa naik kelas.

"Namun sangat disayangkan, banyak UMKM yang stagnan karena program KUR kurang mengenai sasaran yang tepat. Sehingga banyak usaha mikro (UMi) yang tidak berhasil naik kelas menjadi UMKM. Dan UMKM sedikit sekali yang berhasil menjadi usaha besar," pungkasnya.***

wwwwww