Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Dukcapil: Kurangi Upload Dokumen Kependudukan di WA, Line, IG, FB atau Telegram

Dukcapil: Kurangi Upload Dokumen Kependudukan di WA, Line, IG, FB atau Telegram
Dirjen Dukcapil Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah dalam webinar bersama Universitas Khrisnadwipayana, Sabtu, 25 September 2021. (foto: dukcapil)
Minggu, 26 September 2021 14:41 WIB
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Prof. Zudan Arif Fakrulloh dalam webinar gelaran Magister Ilmu Administrasi Universitas Khrisnadwipayana, Sabtu (25/9/2021) mengingatkan, masyarakat harus turut menjaga rahasia data pribadi mereka.

"Masyarakat berperan penting agar data pribadi tidak beredar di mana-mana. KTP-el, KK NIK, nomor HP, rekening bank, banyak sekali di mesin pencarian Google. Ini karena masyarakat sering meng-upload data pribadi mereka lewat WA, Line, IG, FB atau Telegram. Maka kurangi itu, yang di-upload cukup nama dan NIK saja. Jangan foto selfie dengan dokumen kependudukan kita," kata Zudan dikutip GoNEWS.co, Minggu (26/9/2021).

Dalam kesempatan itu, Zudan juga menjelaskan mengenai inovasi teknologi dan revolusi kertas putih di Dukcapil yang mengiringi agenda satu data kependudukan yang telah berjalan. Revolusi kertas putih, memudahkan layanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi masyarakat.

Digitalisasi layanan Dukcapil, kata Zudan, telah dan terus bertransformasi. Dulu dokumen KK berwarna biru, sekarang dengan kertas putih biasa yang dilengkapi tanda tangan elektronik (TTE).

"Tidak ada lagi cap dan tanda tangan basah. File-nya bisa dicetak sendiri semuanya asli tak perlu legalisir. Setiap waktu dibutuhkan bisa di-print outulang. Semua itu bisa dilakukan karena Dukcapil sudah menghapuskan penggunaan kertas security diganti dengan kertas putih biasa," kata Zudan.

Revolusi cetak dokumen kependudukan dengan kertas putih, ungkap Zudan, ternyata menghemat miliaran dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). "Selama 2 tahun terakhir Dukcapil berhasil menghemat Rp900 miliar," ujar Zudan.

"Dengan cara ini Dukcapil bertransformasi seperti perbankan, mendorong pelayanan lebih cepat, bisa 24 jam sehari karena sudah ada ADM atau Anjungan Dukcapil Mandiri, yaitu mesin ATM-nya Dukcapil. Pemohon bisa mencetak dokumen dari Anjungan Dukcapil Mandiri. Saat ini sebanyak 210 mesin ADM telah beroperasi di seluruh Indonesia," kata Zudan.Zudan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww