Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Umum

PTM Cuma 3 Jam, Orang Tua Diminta Aktif Cegah Klaster Sekolah

PTM Cuma 3 Jam, Orang Tua Diminta Aktif Cegah Klaster Sekolah
Ilustrasi pencegahan penularan Covid-19 di tengah penerapan pembelajaran tatap muka (PTM). (gambar: detik.com)
Minggu, 26 September 2021 14:02 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam pernyataannya yang dikutip di Jakarta, Minggu (26/9/2021), meminta Orang Tua Murid dilibatkan aktif dalam pengawasan dan penerapan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya klaster sekolah menyusul rencana perluasan penerapan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Terlebih waktu pembelajaran tatap muka di sekolah hanya berdurasi 3 jam sementara sisa 21 jam dalam sehari dihabiskan di luar sekolah seperti di rumah. Orang tua murid tidak bisa lepas tangan dan harus berupaya bersama pihak sekolah untuk menekan resiko penularan virus pada anak," kata Anggara dikutip GoNEWS.co.

Menurutnya, protokol kesehatan harus dipastikan berjalan tidak hanya di lingkungan sekolah tapi juga di dalam rumah maupun sepanjang perjalanan menuju sekolah. Namun sayangnya berdasarkan hasil sidak ke beberapa titik sekolah, masih terlihat adanya pelonggaran protokol kesehatan di area luar gerbang sekolah seperti kerumunan orang tua sewaktu mengantar jemput siswa.

"Ada juga yang baru memakai masker saat hendak memasuki area sekolah, sebelumnya tidak," jelas Anggara.

Pemprov DKI Jakarta harus terus siaga mengawasi dan cepat mengambil keputusan termasuk kemungkinan menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap dua. "1500 sekolah adalah jumlah yang banyak, Dinas Pendidikan bisa mengawasi protokol kesehatan di semua sekolah tersebut, harus disiapkan tenaga dan mekanismenya agar kesehatan anak terus terjaga," pungkas Anggara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, DKI Jakarta
wwwwww