Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
16 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
16 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
17 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
9 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
17 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  PON

BRIN: Riset Nuklir Butuh Penganggaran Matang

BRIN: Riset Nuklir Butuh Penganggaran Matang
Kepala BRIN, L. T. Handoko dalam suatu kesempatan. (foto: brin)
Senin, 27 September 2021 06:32 WIB
JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko dalam kunjungannya di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu, menyatakan, anggaran riset nuklir tahun 2022 harus ditetapkan secara matang.

Pasalnya, kata Handoko dalam rilis BRIN yang dikutip GoNEWS.co di Jakarta, Senin (27/9/2021), riset dan pengembangan terkait teknologi nuklir adalah hal yang relatif sangat advance, berbiaya tinggi dan membutuhkan waktu yang panjang.

"Jadi kita tidak bisa bicara bahwa kita mau program setahun, dua tahun, tidak bisa begitu. Tujuan utamanya adalah kita ingin memperbaiki cost benefit secara keseluruhan yang memadai dari program riset teknologi nuklir ini. Tidak cukup hanya sekedar, oh kita sudah punya, tidak cukup seperti itu," kata Handoko.

Kepala BRIN melihat terdapat beberapa upaya meningkatkan pengembangan riset bidang nuklir, pertama dalam hal demografi Sumber Daya Manusia (SDM), diperlukan untuk segera melakukan upaya dalam peningkatan kapasitas SDM yang ada. Kedua, mengupayakan revitalisasi infrastruktur secara keseluruhan, tidak bisa dilakukan setengah-setengah atau tambal sulam. Kepala BRIN menjelaskan mindset yang harus dimiliki adalah dengan program yang jelas sehingga mendapat support yang memadai.

"Kita harus mulai dengan pola baru, sehingga memiliki makna secara konten tidak hanya untuk Indonesia namun juga bertaraf global. Kita harus menyusun pola perencanaan melalui pembentukan tim panel global, dengan mengupayakan benefit dengan kreatif, memeras otak, bagaimana menciptakan program yang memang secara objektif dan rasional. Kolaborasi dan keterlibatan mitra itu penting (mitra global, mitra periset, mitra pendidikan, mitra industri)," jelas Handoko.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww