Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
23 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Kemesraan PAN dan Jokowi Mengancam Kursi Nadiem Makarim di Kabinet

Kemesraan PAN dan Jokowi Mengancam Kursi Nadiem Makarim di Kabinet
Presiden Jokowi dan Ketum PAN, Zulkifli Hasan dalam suatu kesempatan. (Foto: Istimewa)
Rabu, 29 September 2021 11:23 WIB

JAKARTA - Masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai partai pendukung pemerintah menjadi pertanda akan adanya perombakan Kabinet Indonesia Maju pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Peneliti Senior Institut Riset Indonesia (INSIS) Dian Permata mengatakan, hadirnya PAN di koalisi mengingatkan publik dengan cerita cinta lama bersemi kembali.

Karena dalam catatan, PAN juga pernah masuk dalam pemerintahan Jokowi di periode pertama pada 2015. Padahal, di Pilpres 2014, PAN mendukung koalisi Prabowo-Hatta Rajasa. Begitu pula di Pilpres 2019, PAN berada dalam koalisi Prabowo-Sandiaga Uno.

"Ini CLBK, putus nyambung. Putus dan nyambung lagi. Ini tidak salah dalam siklus politik," ujar Dian, Rabu (29/9/2021).

Menurut Dian, kembalinya PAN dengan Jokowi dilatarbelakangi beragam motif. Dugaannya, PAN tidak terlalu mendapat banyak manfaat sosial politik sebagai oposisi di periode satu dan dua. Yang mampu mengkapitalisasi sosial politik oposisi, kata dia, hanyalah PKS dan Partai Demokrat.

"Ini dapat dilihat dari angka elektabilitas PKS dan Partai Demokrat yang stabil. Karena tidak mendapatkan apa pun, maka PAN berubah strategi menjadi partai pemerintah. Harapannya tentu saja PAN mendapatkan 'madu' saat menjadi bagian koalisi Jokowi," kata Dian.

Jika benar terjadi perubahan komposisi kabinet, lazimnya PAN mendapatkan kursi Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ristek (Mendikbud Ristek. "Di mana saat ini kursi tersebut diduduki oleh Nadiem Makarim," pungkas Dian.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww