Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Voli

Kemendes: Data Kemiskinan Ektrem sudah By Name By Address

Kemendes: Data Kemiskinan Ektrem sudah By Name By Address
Mendes PDTT RI Abdul Halim Iskandar dalam jumpa pers virtual Rabu, 6 Oktober 2021. (gambar: tangkapan layar video kemendes)
Rabu, 06 Oktober 2021 13:10 WIB
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia Abdul Halim Iskandar dalam jumpa pers virtual Rabu (6/10/2021) mengungkapkan, Sustainable Development Goals (SDGs) yang menetapkan penghapusan angka kemiskinan ekstrem nasional telah memuat data lengkap by name by address.

"Di antaranya data penghasilan tiap warga desa sebagai basis menentukan kemiskinan ekstrem sebesar US$ 1,99 PPP (parity purchasing power) atau setara 80% garis kemiskinan senilai Rp 12.000/kapita/hari. Kebutuhan tiap warga miskin ekstrem juga telah diketahui, juga kantong-kantong kemiskinan untuk tiap rukun tetangga (RT) di desa-desa," kata Menteri Halim sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Berbekal data tersebut, kata Halim, rencana aksi penanganan kemiskinan ektrem pun sudah spesifik untuk setiap warga.

"Inilah yang memastikan usaha memupus kemiskinan ekstrem di desa akan menuai hasil," ujarnya.

Ditargetkan 8.264 desa di 35 kabupaten mulai bergerak akhir tahun 2021 dan berhasil lepas dari kemiskinan ekstrem pada pertengahan 2022. Pada akhir 2022 sebanyak 29.632 desa di 138 Kabupaten/Kota terentaskan dari kemiskinan ekstrem, kemudian pada 2023 di 37.523 desa di 261 Kabupaten/Kota.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww