Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
19 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
19 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
19 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
19 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
19 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
19 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Diganggu Moeldoko, Elektabilitas Demokrat Dipimpin AHY malah Naik

Diganggu Moeldoko, Elektabilitas Demokrat Dipimpin AHY malah Naik
Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY dalam suatu kesempatan. (foto: dok. ist.)
Kamis, 07 Oktober 2021 20:24 WIB
JAKARTA - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil surveynya pada Kamis (7/9/2021) bahwa partai-partai politik kelas menengah mengalami kenaikan tren elektabilitas, tapi partai-partai yang berada di luar pemerintahan menunjukkan kenaikan yang lebih tajam. Kenaikan tertinggi diperoleh Partai Demokrat, yang elektabilitasnya naik dua persen dalam waktu empat bulan, dari 6,6 persen (Mei 2021) menjadi 8,6 persen (September 2021).

Ini disusul oleh PKS yang naik 1,4 persen menjadi 6 persen; Partai Golkar yang naik 0,6 persen menjadi 11,3%; Nasdem yang naik 0,5 persen menjadi 4,2 persen; dan PKB yang naik 0,3 persen menjadi 10 persen pada bulan September 2021. Demikian temuan lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang melakukan survei pada tanggal 15-21 September dan merilis hasilnya Kamis (7/10).

Sedangkan partai-partai politik lainnya mengalami tren penurunan. PDIP mengalami penurunan elektabilitas terbesar yaitu -3,8 persen dari 25,9 persen (Maret 2021) menjadi 22,1 persen (September 2021), diikuti oleh Gerindra yang turun 1 persen menjadi 9,9 persen; PAN yang turun 0,4 persen menjadi 1,4 persen dan PPP yang turun 0,3 persen menjadi 2,3 persen pada bulan September 2021 ini.

Tren serupa terlihat pada elektabilitas tokoh. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menjadi satu-satunya ketua umum parpol yang tren elektabilitasnya naik. Dalam simulasi tertutup 15 nama, tren elektabilitas AHY naik 0,3 persen dari 4,2 persen (Maret 2021) menjadi 4,5 persen (September 2021).

Sedangkan tren elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto justru merosot tajam -3,7 persen menjadi 20,7 persen pada September ini. Ketua umum parpol lainnya yaitu Airlangga Hartarto meraih elektabilitas 0,5 persen. Elektabilitas Menteri Pariwisata dan Kreatif Gerindra Sandiaga Uno merosot 1,4 persen menjadi 6,5 persen, begitu juga elektabilitas Ketua DPR RI Puan Maharani dengan tingkat elektabilitas 1,4 persen. Diluar mereka, papan 15 besar ini diisi oleh para Gubernur di pulau Jawa dan beberapa Menteri yang belum memiliki kendaraan partai politik.

"Dari 9 parpol yang punya kursi di DPR, hanya AHY ketua umum parpol yang punya potensi memimpin bangsa ini ke depan," kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Benny K Harman menanggapi hasil survei SMRC ini sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Menurut Benny, tokoh-tokoh lain yang memperoleh elektabilitas tinggi adalah para pejabat publik. AHY satu-satunya tokoh non pejabat publik yang masuk dalam papan 15 besar elektabilitas, pada urutan keenam.

"Masuk akal jika tingkat tahu masyarakat terhadap para pejabat publik ini cukup tinggi," lanjut Benny yang juga anggota Komisi III DPR RI.

"Berbeda dengan AHY yang hanya jadi ketua umum, namun berhasil mencapai popularitas hingga 67 persen. Ini sinyal kalau Mas AHY bisa do something, melakukan sesuatu yang lebih agresif bagi kepentingan masyarakat umum, peluang itu sangat terbuka," imbuh Benny memungkasi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww