Rais PWNU Jateng: Said Aqil Cukup 2 Periode, PBNU Perlu Regenerasi
![]() |
| Ketua PBNU Said Aqil di acara diskusi "harapan baru dunia Islam" meneguhkan hubungan Indonesia-Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan) |
JAKARTA - Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan digelar di Lampung pada 23-25 Desember 2021. Salah salah agenda dalam muktamar tersebut adalah memilih Ketua Umum PBNU.
Rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh, mengatakan PBNU perlu melakukan regenerasi kepemimpinan. Ia melihat kader muda PBNU sudah banyak yang mumpuni. "Memang harus regenerasi karena kader muda kita sudah banyak yang mumpuni," ujar Ubaidullah saat dihubungi kumparan, Sabtu (9/10).
Gus Ubed - begitu disapa - menyarankan agar KH Said Aqil Siraj agar tak lagi maju dalam pemilihan ketum mendatang. Ia menganggap Said Aqil sudah cukup memimpin PBNU selama 2 periode.
Menurutnya, tokoh yang pantas menggantikan Said Aqil adalah KH Yahya Cholil Staqut atau Gus Yahya. "Dua periode untuk Kiai Aqil cukup, lagian Gus Yahya kadernya Kiai Aqil," kata Gus Ubed.
Gus Ubed menambahkan, regenerasi di tubuh PBNU perlu untuk menghadapi tantangan yang semakin sulit ke depan. "Tantangannya semakin berat, mereka (kader muda) lebih enerjik, dan mereka bisa lebih membimbing," tutup Gus Ubed.
Sebagaimana diketahui, saat ini nama yang mengemuka adalah Ketum PBNU Said Aqil yang sudah menjabat 2 periode sejak 2010, KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur), Yahya Cholil Staquf, hingga KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha.
Sementara, survei yang dilakukan Indostrategic yang memunculkan nama-nama tokoh yang dinilai oleh masyarakat yang memiliki kedekatan dengan NU, layak memimpin PBNU. Berikut nama-namanya berdasarkan urutan dalam survei yang dilakukan:
KH Marzuki Mustamar (24,7%)
KH Hasan Mutawakkil Alallah (22,2%)
KH Said Aqil Siradj (14,8%)
KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha (12,4%)
KH Yahya Cholil Staquf (3,7%)
KH Marsyudi Syuhud (1,2%)
KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan (1,2%)
KH Ali Maschan Moesa (1,2%)
Tidak tahu atau tidak menjawab (18,5%).
Namun demikian, survei ini memiliki sejumlah catatan. Dari hasil crosed-tabulasi asal responden, Direktur eksekutif Indostrategic Khoirul Umam, menyatakan angka-angka dukungan warga Nahdliyyin terhadap nama-nama tokoh tersebut banyak disampaikan oleh warga NU berbasis di Jawa Timur. Sehingga, menempatkan dua nama Kiai Senior asal Jawa Timur di dua posisi awal, yakni KH Marzuki Mustamar dan KH Hasan Mutawakil Alallah.***
| Editor | : | Muslikhin Effendy |
| Kategori | : | Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta, Jawa Tengah |













