Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Rais PWNU Jateng: Said Aqil Cukup 2 Periode, PBNU Perlu Regenerasi

Rais PWNU Jateng: Said Aqil Cukup 2 Periode, PBNU Perlu Regenerasi
Ketua PBNU Said Aqil di acara diskusi "harapan baru dunia Islam" meneguhkan hubungan Indonesia-Malaysia di Gedung PBNU, Jakarta. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Sabtu, 09 Oktober 2021 22:37 WIB

JAKARTA - Muktamar ke-34 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan digelar di Lampung pada 23-25 Desember 2021. Salah salah agenda dalam muktamar tersebut adalah memilih Ketua Umum PBNU.

Rais PWNU Jateng, KH Ubaidullah Shodaqoh, mengatakan PBNU perlu melakukan regenerasi kepemimpinan. Ia melihat kader muda PBNU sudah banyak yang mumpuni. "Memang harus regenerasi karena kader muda kita sudah banyak yang mumpuni," ujar Ubaidullah saat dihubungi kumparan, Sabtu (9/10).

Gus Ubed - begitu disapa - menyarankan agar KH Said Aqil Siraj agar tak lagi maju dalam pemilihan ketum mendatang. Ia menganggap Said Aqil sudah cukup memimpin PBNU selama 2 periode.

Menurutnya, tokoh yang pantas menggantikan Said Aqil adalah KH Yahya Cholil Staqut atau Gus Yahya. "Dua periode untuk Kiai Aqil cukup, lagian Gus Yahya kadernya Kiai Aqil," kata Gus Ubed.

Gus Ubed menambahkan, regenerasi di tubuh PBNU perlu untuk menghadapi tantangan yang semakin sulit ke depan. "Tantangannya semakin berat, mereka (kader muda) lebih enerjik, dan mereka bisa lebih membimbing," tutup Gus Ubed.

Sebagaimana diketahui, saat ini nama yang mengemuka adalah Ketum PBNU Said Aqil yang sudah menjabat 2 periode sejak 2010, KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur), Yahya Cholil Staquf, hingga KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha.

Sementara, survei yang dilakukan Indostrategic yang memunculkan nama-nama tokoh yang dinilai oleh masyarakat yang memiliki kedekatan dengan NU, layak memimpin PBNU. Berikut nama-namanya berdasarkan urutan dalam survei yang dilakukan:

KH Marzuki Mustamar (24,7%)
KH Hasan Mutawakkil Alallah (22,2%)
KH Said Aqil Siradj (14,8%)
KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha (12,4%)
KH Yahya Cholil Staquf (3,7%)
KH Marsyudi Syuhud (1,2%)
KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan (1,2%)
KH Ali Maschan Moesa (1,2%)
Tidak tahu atau tidak menjawab (18,5%).

Namun demikian, survei ini memiliki sejumlah catatan. Dari hasil crosed-tabulasi asal responden, Direktur eksekutif Indostrategic Khoirul Umam, menyatakan angka-angka dukungan warga Nahdliyyin terhadap nama-nama tokoh tersebut banyak disampaikan oleh warga NU berbasis di Jawa Timur. Sehingga, menempatkan dua nama Kiai Senior asal Jawa Timur di dua posisi awal, yakni KH Marzuki Mustamar dan KH Hasan Mutawakil Alallah.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Metropolitan, DKI Jakarta, Jawa Tengah
wwwwww