Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
16 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
16 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ahmad Basarah Ajak Mahasiswa Aceh Teladani Api Perjuangan Syuhada Bangsa

Ahmad Basarah Ajak Mahasiswa Aceh Teladani Api Perjuangan Syuhada Bangsa
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah. (Foto: Istimewa)
Senin, 11 Oktober 2021 18:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BANDA ACEH - Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah hadir sebagai pemateri dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Sabtu, 9 Oktober 2021. Basarah mengajak 600 peserta yang hadir secara fisik dan daring untuk meneladani api perjuangan para syuhada dan pendiri bangsa. Upaya ini penting dilakukan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.

"Aceh ini daerah istimewa. Aceh dijuluki Serambi Mekah. Bung Karno menyebut Aceh sebagai daerah modal. Di era kemerdekaan, kontribusi Aceh demikian besar, mulai dari sumbangan pesawat Dakota R1-001 Seulawah, sumbangan emas dari saudagar Aceh untuk tugu Monas, hingga peranan penting tokoh Aceh Teuku Muhammad Hasan dalam fase pengesahan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang resmi PPKI pada 18 Agustus tahun 1945," kata Basarah dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bertema "Empat Pilar Kebangsaan dan Motivasi Civitas Akademika untuk Memperkokoh Semangat Persatuan Mewujudkan Pembangunan Nasional Emas tahun 2045".

Doktor hukum lulusan Universitas Diponegoro itu melanjutkan, bahwa daya juang tinggi, berjiwa patriot dan cinta tanah air merupakan karakter khas dari masyarakat Aceh. Bukti-bukti sejarah menunjukkan dengan jelas bagaimana perlawanan rakyat Aceh terhadap Belanda begitu sengit. Maka tidak mengherankan jika banyak pahlawan nasional berasal dari Aceh, sebut saja Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Panglima Polim, Cut Nyak Dien dan masih banyak lagi.

Periode selanjutnya adalah pada fase pengesahan Pancasila sebagai dasar negara dalam sidang PPKI. Dalam babakan sejarah ini, tokoh Aceh bernama Teuku Muhammad Hasan memainkan peranan penting. Teuku Muhammad Hasan berhasil meyakinkan Ki Bagus Hadikusumo, tokoh besar Muhammadiyah agar mau menerima perubahan dalam rumusan Piagam Jakarta yang awalnya berbunyi 'Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya' menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa'.

"Atas dasar jasa - jasa pentingnya itulah, Teuku Muhammad Hasan diangkat sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 085/TK/Tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal Aceh berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia. Pelajaran moral penting yang bisa kita warisi bersama adalah, bahwa pada pendiri bangsa mengedepankan persatuan, pendiri bangsa menanggalkan egoisme. Api persatuan inilah yang harus kita teladani," tegas Basarah.

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, dalam sambutannya menyatakan seluruh civitas akademika di kampus yang dipimpinnya berterimakasih atas kehadiran Ahmad Basarah. Dia meyakini materi Sosialisasi Empat Pilar ini akan bermanfaat bagi seluruh civitas akademika Universitas Syiah Kuala terutama dalam memperkuat kemajemukan yang memang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT.

"Semoga materi sosialisasi ini memberikan pengaruh signifikan kepada mereka yang masih memiliki egoisme sektoral untuk memahami konsep pluralisme demi tegaknya persatuan dan kesatuan bangsa" kata Samsul Rizal.***

wwwwww