Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Olympic

Dibanting Polisi Saat Demo, Mahasiswa UIN: Saya Gak Mati, Masih Hidup

Dibanting Polisi Saat Demo, Mahasiswa UIN: Saya Gak Mati, Masih Hidup
Fariz, mahasiswa UIN yang dibanting polisi saat memberikan keterangan pers. (Foto: Istimewa)
Kamis, 14 Oktober 2021 11:01 WIB
JAKARTA - Fariz, mahasiswa UIN yang dibanting polisi saat pembubaran demo di depan kantor Bupati Tangerang mengaku dalam kondisi baik dan sehat.

"Saya agak ayan, saya gak mati, masih hidup, dalam keadaan biasa biasa saja, sedikit pegal pegal," ujarnya dalam tayangan video yang beredar luas, Rabu 13 Oktober 2021.

Mahasiswa semeter 9 UIN Serang ini juga mengatakan belum makan ketika polisi di sebelahnya bertanya apa dia sudah makan. "Sarapan sudah tapi kalo makan nasi belum," ujar Fariz.

Sebelumnya, viral di media sosial seorang anggota polisi banting mahasiswa saat pembubaran demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, Rabu 13 Oktober 2021. Unjuk rasa Himata Banten Raya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang itu awalnya berjalan damai.

Bentrokan pecah ketika polisi membubarkan demo mahasiswa Himata Banten itu karena mencegah kerumunan saat pandemi Covid-19. Pada saat pembubaran itu, terjadi insiden polisi banting mahasiswa yang kemudian viral di media sosial.

Belakangan diketahui jika mahasiswa yang dibanting itu bernama Fariz mahasiswa semester 9, Fakultas Syariah, UIN Serang. "Dia sempat pingsan," kata Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Banten Raya (Himata), Akbar Mujahidin.

Menurut Akbar, makasiswa UIN itu sempat menjalani perawatan di klinik Polres Kota Tangerang. "Tapi karena kami ingin yakin secara detail kondisi Fariz, dia sempat dibawa ke RS Harapan Mulia untuk diperiksa."***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Umum, Banten
wwwwww