Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
23 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
2
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
Sepakbola
24 jam yang lalu
Alasan Bernando Tavares Tunjuk Yuran Fernandes Jadi Eksekutor
3
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Francisco Rivera Unjuk Kualitas Dalam Alirkan Bola dan Ambil Keputusan
4
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
Sepakbola
24 jam yang lalu
Pelatih Borneo FC Soroti Banyak Peluang Terbuang
5
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
Sepakbola
24 jam yang lalu
Madura United FC Raih Tiga Penghargaan Bulan September 2026
6
Jose Enrique Tak Merasa Bersaing dengan Eduardo Barbosa dan Ernesto Gomez
Sepakbola
24 jam yang lalu
Jose Enrique Tak Merasa Bersaing dengan Eduardo Barbosa dan Ernesto Gomez
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Respons 'Hilangnya' Solar di Riau, Menteri ESDM: Kenapa Kurang, Apa Bocor?

Respons Hilangnya Solar di Riau, Menteri ESDM: Kenapa Kurang, Apa Bocor?
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 15 Oktober 2021 17:16 WIB

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pastikan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar untuk di Riau aman. Arifin sempat mempertanyakan soal kebocoran.

Kepastian stok BBM aman disampaikan Arifin saat kunjungan ke Provinsi Riau hari ini. Arifin heran saat mendapat kabar solar langka. "Solar banyak, solar stoknya banyak. Saya nggak tahu kenapa sampai kekurangan, apa bocor?," terang Arifin di Minas, Kamis (14/10/2021).

Selain mempertanyakan soal kebocoran, Arifin juga menegaskan stok BBM khususnya Solar dari pusat cukup, sehingga seharusnya tidak ada kelangkaan BBM solar di Riau. "Kalau dari pusat alokasinya cukup. Nggak ada langka-langka. Nanti saya sampaikan," katanya.

Diketahui, kelangkaan BBM khususnya jenis solar di Riau terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Kelangkaan solar membuat masyarakat kesulitan dan harus antre lama untuk bisa dapat solar subsidi.

Pertamina (Persero) awalnya memastikan stok aman hingga akhir tahun. Belakangan, Pertamina memastikan stok mulai menipis dan butuh penambahan kuota.

"Kuota itu pertama kali saya sampaikan di kuota awal (kuota BBM solar subsidi 2021 sebanyak 777.860 kilo liter). Ternyata ada pembaharuan dan untuk akhir tahun masih kurang," kata Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman, Rabu (13/10/2021).


Taufik mengatakan saat ini sisa kuota BBM solar subsidi untuk Riau hanya 173.228 kilo liter. Angka tersebut diperkirakan tidak bisa memenuhi kebutuhan BBM solar subsidi di Bumi Lancang Kuning sampai akhir tahun.

Selain itu, ia memastikan BBM jenis solar di sejumlah SPBU di Riau kosong karena distribusi sudah mulai dikendalikan. Hal ini agar semua masyarakat masih bisa dapat BBM solar subsidi meski kuota terbatas.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta, Riau
wwwwww