Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Sepakbola
2 jam yang lalu
Riko Simanjuntak Minta Maaf Kepada Fans PSS Sleman
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Piala Thomas dan Uber 2020

Spekulasi di Poin 20-20 Penyebab Putri KW Gagal

Spekulasi di Poin 20-20 Penyebab Putri KW Gagal
Putri Kusuma Wardani. (Foto: Instagram/Badminton World Federation)
Jum'at, 15 Oktober 2021 09:39 WIB
Penulis: Azhari Nasution

AARHUS - Terlalu berspekulasi. Itu menjadi penyebab Putri Kusuma Wardhani kalah dari wakil Thailand, Busanan Ongbamrungphan pada partai ketiga babak perempatfinal perebutan Piala Uber 2020. Meski sempat melakukan perlawanan, Pemain peringkat 126 dunia takluk 9-21, 20-22 dalam 44 menit.

Bertarung melawan Busanan yang menduduki rangking 13 BWF, permainan Putri baru hidup di gim kedua. Dalam laga di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Kamis (14/10) malam itu, Putri sempat memaksakan setting setelah tertinggal 18-20 di gim kedua.

Namun karena terburu-buru dan belum berpengalaman, spekulasi dengan dua smash yang dilakukan tidak menghasilkan angka. Pukulannya nyangkut. Dengan kegagalan Putri tersebut, kedudukan antara Indonesia dan Thailand adalah 1-2.

"Sayang hasil dua kali smash saya nyangkut net dan kemenangan akhirnya untuk Busanan. Saat itu saya memang berspekulasi dengan melakukan pukulan smash yang mematikan," ujar Putri usai laga.

"Saya terlalu berspekulasi di poin 20-20. Dua smash saya seharusnya panjang, tetapi terlalu tajam dan nyangkut net. Sayang sekali," tambahnya.

Memulai laga, Putri mengaku tidak terlalu memikirkan apa-apa. Namun karena terlalu santai, dia kaget dengan bola-bola pengembalian lawan. Dampaknya selalu tertinggal jauh dalam pengumpulan angka.

"Di gim kedua saya sudah unggul 11-4, tetapi setelah itu saya kurang fokus. Pengembalian saya sering keluar. Dan lawan bisa menyamakan kedudukan menjadi 11-11," kata Putri, juara Spain Masters 2021 itu.

Meskipun gagal menyumbangkan poin, sebagai pemain muda Putri tetap bersyukur bisa tampil di ajang besar seperti perebutan Piala Uber ini. Sebab dengan rangking yang termasuk tinggi, dia kesulitan bisa bertanding di turnamen kelas super 500 ke atas dan bertanding dengan pemain-pemain top dunia.

"Meskipun gagal menyumbang angka, di sini saya bisa bertemu dengan pemain-pemain top dunia, meski tidak semua hadir. Saya bisa merasakan dan mendapat pengalaman banyak dari pemain-pemain top dunia. Kalau tidak di sini, entah di mana saya bisa dapat pengalaman berharga," sebut Putri. ***

wwwwww