Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Nasional

Legislator Demokrat Dorong UU terkait Satu Data Penduduk Indonesia

Legislator Demokrat Dorong UU terkait Satu Data Penduduk Indonesia
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI Agung Budi Santoso dalam suatu kesempatan. (foto: ist./dpr)
Sabtu, 16 Oktober 2021 16:30 WIB
D.I. YOGYAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fraksi Partai Demokrat Agung Budi Santoso dalam publikasi resmi DPR yang dilihat Sabtu (16/10/2021), pihaknya berharap agar agenda Satu Data Indonesia dikuatkan melalui Undang-Undang.

Menurutnya, walaupun sebetulnya pembentukan Satu Data Indonesia sudah ada dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2019, tetapi dalam perjalanannya, Perpres ini masih kurang kuat. Hal ini juga disampaikan Agung dalam webinar 'Urgensi Pembangunan Satu Data Indonesia' di D.I Yogyakarta, Kamis (14/10/2021), kemarin lusa.

"Harapan saya tentunya, setelah seminar ini akan ada tindak lanjut pembentukan Satu Data Indonesia ini bisa menjadi sebuah UU. Kalau nanti berhasil menjadi UU, semuanya harus patuh, semua data harus dalam satu wadah. Dan data itu pun juga harus bisa diakses, jangan hanya karena ada ego masing-masing kementerian atau lembaga tertentu tidak mau memberikan data itu, padahal data itu sangat dibutuhkan," kata Agung dikutip GoNEWS.co.

Ia mengatakan, Satu Data Indonesia penting saat pemerintah ingin melakukan suatu treatment dalam membuat kebijakan. "Kalau datanya salah, otomatis yang dibuat mesti salah," pungkas Ketua BURT DPR RI itu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, DI Yogyakarta
wwwwww