Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
10 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
10 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
9 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Voli

Jokowi ke Erick Thohir: BUMN Tidak Produktif-Tidak Adaptif, Tutup Saja

Jokowi ke Erick Thohir: BUMN Tidak Produktif-Tidak Adaptif, Tutup Saja
Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Erick Tohir dalam suatu kesempatan. (Foto: istimewa)
Minggu, 17 Oktober 2021 01:20 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada Menteri BUMN Erick Thohir agar tidak melulu memberikan proteksi berupa penyertaan modal negara atau PMN kepada perusahaan pelat merah yang sakit. Ia tak ingin, perusahaan pelat merah yang sakit dan tidak produktif jangan sering-sering mendapatkan injeksi dari negara.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada seluruh Direktur Utama BUMN secara fisik dan daring di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, baru-baru ini.

"Sehingga, kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN kan banyak terlalu keseringan kita proteksi. Sakit tambahi PMN (Penyertaan Modal Negara). Sakit, suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali," kata Jokowi, Sabtu 16 Oktober 2021.

"Jadi tidak ada lagi yang namanya proteksi- proteksi, sudah lupakan pak Menteri yang namanya proteksi- proteksi," sambung Jokowi.

Kepala Negara bilang, PMN yang justru terjadi, beberapa malah menyebabkan BUMN tidak berani berkompetisi dan tidak berani mengambil risiko bisnis.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww