Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
12 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
14 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
7 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
7 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  SEA Games

Peneliti Ungkap 3 Vaksin Ini Hasilkan Imun Kuat Lebih Lama

Peneliti Ungkap 3 Vaksin Ini Hasilkan Imun Kuat Lebih Lama
Ilustrasi vaksin Covid-19. (foto: ist./reuters)
Minggu, 17 Oktober 2021 18:45 WIB
JAKARTA - Sebuah studi dalam New England Journal of Medicine yang dilansir ABC News sebagaimana dikutip dari Jakarta, Minggu (17/10/2021) menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 dari Pfizer, Moderna dan Johnson & Johnson tidak membutuhkan booster hingga 8 bulan.

Peneliti menemukan tanda yang menunjukkan ketiga vaksin menghasilkan perlindungan kuat dan tahan lama dari risiko keparahan penyakit. Tapi, antibodi dari Pfizer dan Moderna melonjak dan kemudian turun dengan cepat, sementara antibodi Johnson & Johnson lebih stabil dari waktu ke waktu.

"Pada bulan kedelapan, respons antibodi sebanding untuk ketiga vaksin ini," ujar Direktur Pusat Penelitian Virologi dan Vaksin di Beth Israel Deaconess Medical Center Dr. Dan Barouch, dikutip GoNEWS.co.

Dijelaskan, Vaksin Pfizer dan Moderna mengandalkan jenis teknologi mRNA, sementara Johnson & Johnson menggunakan teknologi vektor virus.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Basket, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww