Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Nama Amran Andi Sinta Tetap Melekat di Satria Muda

Nama Amran Andi Sinta Tetap Melekat di Satria Muda
Almarhum Amran Andi Sinta. (Dok. iblindonesia)
Selasa, 19 Oktober 2021 22:00 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Nama almarhum Amran Andi Sinta akan tetap melekat di Satria Muda. Dialah kapten Satria Muda (saat itu memakai nama Mahaka Satria Muda) tampil sebagai juara Indonesia untuk pertamakalinya setelah di final Kobatama 1999 menundukkan Bhinneka Solo.

Amran memimpin rekan-rekannya seperti Fictor Gideon Roring, Wahyu Widayat Jati, Dwui “Iboy” Eriano, Bayu Radityo, Syahrizal Affandi dan Gagan Rahmat menciptakan sejarah bagi klubnya. Sebuah kejutan, sebab musim sebelumnya Satria Muda hanya berada pada peringkat sepuluh Kobatama.

Amran dkk adalah perintis sukses Satria Muda yang kini menjadi salah satu klub legendaris Indonesia. Semangat dan kepemimpinan Amran menjadi satu kekuatan bagi Satria Muda kala itu.

Amran yang mengawali karier dari klub Porci Jakarta pun setia pada Satria Muda. Dia tak pernah berpindah klub sejak menjejak karier bola basket professional bersama Satria Muda. Amran juga sempat menjadi manajer tim Satria Muda pada musim Kompetisi IBL 2003.

Jersey bernomor punggung 6 milik Amran bergnatung di markas Satria Muda, Britama Arena Kelapa Gading Jakarta Utara.

Pensiun sebagai pemain professional, Amran tak berhenti berkecimpun dengan dunia basket. Sebelum meninggal dalam usia 43 tahun, Rabu 4 Mei 2016, pada pukul 12.30 WIB di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta Selatan, setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru, Amran sempat menjadi Sekretaris Jendral PP Perbasi ***

wwwwww