Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
15 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Nasional

Bali Masih Darurat Pascabencana

Bali Masih Darurat Pascabencana
Menko PMK Muhadjir Effendy saat meninjau lokasi terdampak bencana di Bali, Selasa, 19 Oktober 2021. (foto: ist.)
Kamis, 21 Oktober 2021 12:46 WIB
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK RI) Muhadjir Effendy dalam keterangan resmi, Kamis (21/10/2021) menyatakan, Bali masih berstatus darurat dan harus ditangani sampai tahap rekonstruksi pascalongsor dan gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (16/10/2021) lalu.

"Keadaan darurat ini harus segera ditangani. Yang meninggal dipulasara sesuai tradisi ajaran agama yang dianut. Kemudian setelah itu tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Jadi sekarang ini masih tahap darurat," kata Muhadjir Effendy dikutip GoNEWS.co dari Jakarta.

Selasa (19/10/2021) lalu, Muhadjir telah meninjau langsung lokasi terdampak bencana longsor akibat gempa bumi bermagnitudo 4,8 di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Muhadjir meminta pihak terkait, yakni pemerintah daerah di Bali, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani dampak bencana dengan baik.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww