Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
23 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
16 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
16 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
23 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Fadel Muhammad: Pembangunan Kawasan Timur Indonesia Harus Dipercepat

Fadel Muhammad: Pembangunan Kawasan Timur Indonesia Harus Dipercepat
Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad saat menerima wawancara media di Makassar. (Foto: Istimewa)
Kamis, 21 Oktober 2021 21:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

MAKASSAR – Wakil Ketua MPR RI Prof.Dr.Ir. Fadel Muhammad mengatakan bahwa Indonesia merupakan rumah besar untuk seluruh rakyat. Sebagai penghuni dari rumah besar itu, tentunya rakyat Indonesia yang menjadi penghuninya memiliki hak yang sama dalam pengembangan pembangunan nasional, termasuk rakyat yang tinggal di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Sebab, jika pemerataan pembangunan tidak seimbang antara Indonesia kawasan Barat, Tengah dan Timur, maka akan mencederai rasa keadilan seperti yang diamanahkan Pancasila dan konstitusi," kata Fadel Muhammad saat hadir dalam acara Diskusi Panel Sekaligus Peluncuran dan Deklarasi Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia (BP2-KTI), di Auditorium Prof. Dr. A. Amiruddin, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (21/10/2021).

Hadir dalam kegiatan yang juga digelar secara daring ini antara lain, Wakil Ketua MPR Arsul Sani (virtual), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (virtual), Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, Deputi Perencanaan Nurul Ichwan mewakili Menteri Investasi & BKPM, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Ir. Rachman Arief Dienaputra, M. Eng mewakili Menteri PUPR, Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Vincentius Jemadu mewakili Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, dan para dosen, dekan, guru besar Unhas sebagai peserta.

Sebenarnya, lanjut Pimpinan MPR dari Kelompok DPD ini, pasca reformasi hingga saat ini, berbagai program telah diupayakan pemerintah agar pemerataan pembangunan merata dan memenuhi rasa keadilan dan itu patut diapresiasi, seperti kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mengembangkan pembangunan daerah melalui sektor industri dan pariwisata.

"Tapi, karena wilayah Indonesia sangat luas terutama di kawasan timur, masih ada beberapa wilayah yang kurang tersentuh pembangunan. Kebijakan memang sudah ada, hanya perlu percepatan saja yang harus didorong dan didukung secara maksimal oleh pemerintah daerah dan masyarakat di semua kawasan timur Indonesia," katanya.

"Alhamdulillah, sebagai Pimpinan MPR saat bertemu dengan Presiden RI, saya sampaikan hal itu dan beliau sangat mendukung percepatan pembangunan KTI. Kesempatan itu mesti segera ditindaklanjuti. Maka dari itulah, BP2-KTI dibentuk sebagai salah satu elemen bangsa, membantu upaya percepatan tersebut. Nanti, BP2KTI akan bekerjasama dengan akademisi perguruan tinggi seperti Unhas untuk melakukan studi dan kajian-kajian akademis, kemudian diserahkan kepada pemerintah pusat dan daerah, agar pembangunan KTI cepat terwujud," terang Ketua Umum BP2-KTI ini menambahkan.

Apalagi, lanjut Fadel Muhammad, lokasi rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur sangat dekat dengan daerah-daerah di Timur Indonesia.

"Wilayah KTI mesti mempersiapkan diri. Salah satunya dengan mewujudkan rencana dari kami untuk membuat ‘Terusan Khatulistiwa’ yang akan menghubungkan pulau Sulawesi ke pulau Kalimantan. Jika ini terjadi, akan memudahkan mobilitas rakyat Timur Indonesia menuju ke Ibu Kota nantinya. Untuk itu saya mengajak semua elemen bangsa untuk sama-sama mendukung percepatan pembangunan KTI demi tercapainya kesejahteraan bersama," tandasnya.

Di sesi akhir, Fadel Muhammad didampingi Rektor Unhas serta tamu kehormatan, berkesempatan meluncurkan secara resmi BP2-KTI dilanjutkan dengan pembacaan deklarasi.***

wwwwww