Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
20 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
9 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Olympic

Kisah Mantan Pegawai KPK yang Kini Jadi Penjual Kue Kering

Kisah Mantan Pegawai KPK yang Kini Jadi Penjual Kue Kering
Tata Khoiriyah, mantan pegawai KPK bidang Humas, saat ditemui di tempat pembuatan kue kering miliknya di Jakarta, Kamis (21/10/2021). (Foto: Merdeka.com)
Kamis, 21 Oktober 2021 23:29 WIB
JAKARTA - Tata Khoiriyah memilih berjualan kue kering usai dipecat dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aktivitas itu ia geluti sambil melanjutkan perlawanan terhadap pemecatan yang dilakukan oleh Firli Bahuri dkk.

Tata mengatakan bisnis itu ia jalani sejak pertengahan tahun ini. Kala itu, ia membuat merek kue kering Cake Club bersama seorang teman.

"Waktu itu sudah merasa perlu sekoci dengan banyak ketidakjelasan. Coba saja, sementara keahliannya baru di hal-hal kecil kayak kue kering," kata Tata, seperti dilansir GoNews.co dari CNNIndonesia, Kamis (21/10/2021).

Ia menjual kue kering khas lebaran, seperti nastar, lidah kucing, kastengel, putri salju, kue kacang, dan palm cheese. Kue-kue itu dijajakan secara daring dengan rentang harga Rp60 ribu hingga Rp90 ribu.

Tata menyampaikan bisnis kue kering terinspirasi dari kenangan masa kecil. Setiap lebaran, Tata selalu diajak membuat kue kering oleh neneknya. Memori manis itu pun jadi modal Tata setelah dilepas KPK. "Bisa dikatakan sudah balik modal. Kalau jumlah orderan belum seberapalah. Alhamdulillah, sejauh ini sudah 200 toples," ucap Tata.

Tata berkata perlawanannya terhadap pemecatan KPK tak berhenti meski bisnis kue kering mulai laris. Menurutnya, bisnis ini untuk mengisi kantong selama perlawanan dilakukan.

Menurut Tata, hal yang sama juga dilakukan oleh sejumlah eks pegawai KPK. Mereka menjalani bisnis kecil-kecilan sembari memperjuangkan nasib mereka di pengadilan. "Kita akan terus menyuarakan ketidakadilan yang dilakukan pimpinan KPK sampai pengadilan," ucap Tata.

Ia mengaku salut dengan perjuangan 58 orang pegawai KPK yang dipecat. Menurutnya, idealisme para pegawai itu tak luntur meski penghasilan hilang usai dibuang KPK.

"Idealismenya tidak hanya sekadar untuk penghasilan. Kemarin tawaran dari BUMN jelas-jelas ditolak teman-teman dan memilih jalan sekarang, entah berwirausaha dan lainnya," ucapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww