Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Nasional

LaNyalla Dorong Penguatan Keamanan Digital

LaNyalla Dorong Penguatan Keamanan Digital
Ilustrasi keamanan data digital. (foto: ist.)
Jum'at, 22 Oktober 2021 18:28 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam keterangan resminya, Jumat (22/10/2021), mendorong setiap lembaga memperkuat sistem keamanan digital menyusul bocornya data nasabah Bank Jatim.

"Berkaca dari apa yang menimpa Bank Jatim, LaNyalla mendorong agar setiap lembaga harus membuat penguatan sistem keamanan digital dan SDM harus terus ditingkatkan," kata LaNyalla dikutip GoNEWS.co.

Menurut LaNyalla, penguasaan teknologi pada setiap sistem baik sistem perbankan ataupun lainnya yang rawan keamanan, harus menjadi fokus perhatian dan segera dilakukan penanganan oleh ahli IT.

LaNyalla, juga mendesak agar pemerintah segeramerampungkan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) agar pemerintah memiliki langkah kongkret dalam melindungi data penting.

Sebelumnya, data nasabah Bank Jatim diduga bocor dan diperjualbelikan di forum hacker seharga USD250 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Ekonomi, Nasional, Nusantara, DKI Jakarta
wwwwww