Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Olympic

4 Hari Tersangkut di Gorong-gorong, Bocah di Samarinda Ditemukan Meninggal

4 Hari Tersangkut di Gorong-gorong, Bocah di Samarinda Ditemukan Meninggal
Proses evakuasi bocah di gorong-gorong (Foto: dok. Istimewa)
Minggu, 24 Oktober 2021 20:46 WIB

SAMARINDA - Seorang bocah berusia 8 tahun di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ditemukan tim SAR gabungan dengan kondisi meninggal dunia di dalam gorong-gorong. Hari ini diketahui, merupakan hari keempat bocah tersebut hilang.

"Iya kita temukan tersangkut di dalam gorong-gorong, tepatnya di depan apotek Jalan A. Yani, sekitar 80 meter dari titik dilaporkan hilang," kata Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Dwi, Minggu (25/10/2021).

Bocah itu dikabarkan hilang sejak Kamis (21/10) malam saat bermain di area banjir yang terjadi di Samarinda beberapa waktu lalu. Saat kejadian tidak ada satu pun warga yang mengetahui bocah itu jatuh ke dalam gorong-gorong. "Dia bermain banjir sendiri, saat itu memang tidak ada yang melihat korban terjatuh di dalam gorong-gorong," ucap Dwi.

Dwi menjelaskan, saat evakuasi, pihaknya mengaku kesulitan karena kondisi gorong-gorong cukup panjang dan jauh dari tempat terbuka. Sehingga Tim SAR, katanya menurunkan tim penyelam untuk menyusuri gorong-gorong mencari keberadaan korban. "Kondisinya memang agak sulit untuk dilakukan penyelaman manual, jadi kami turunkan Tim penyelam beserta alat pendukung penyelaman menyisir setiap Gorong-gorong di jalan A Yani," terangnya.

Saat ini jasad bocah tersebut telah di bawa ke Rumah Sakit AW Sjahranie untuk di lakukan autopsi dan selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Kalimantan Timur
wwwwww