Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Para Pemuda akan Membangun Organisasi Perjuangan dalam Waktu Dekat

Para Pemuda akan Membangun Organisasi Perjuangan dalam Waktu Dekat
Susana diskusi para pemuda di Jakarta, Kamis, 28 Oktober 2021. (foto: www.gonews.co/muslikhin effendi)
Kamis, 28 Oktober 2021 18:01 WIB
JAKARTA - Para pemuda bersama aktivis dan politisi menggelar diskusi 'Renungan Hari Sumpah Pemuda ke-93' di Jakarta, Kamis (28/10/2021). Diantara hasilnya, organisasi perjuangan bersama akan dibangun segera guna melawan dominasi Beijing di Indonesia.

"Bahwa perjuangan mewujudkan Indonesia untuk Semua dengan cara demokratis harus bersinergi dengan berbagai kekuatan demokratis sehingga perlu dibangun organisasi perjuangan bersama dalam waktu dekat," kutipan kesimpulan diskusi yang beredar di kalangan pewarta, Kamis.

Indonesia yang menganut politik bebas aktif dipandang tak tepat jika terlalu condong ke Beijing. Terlebih, pengelolaan negara di Beijing yang monolitik dan anti demokrasi secara bertahap dijiplak dalam pengeloaan negara di Indonesia.

"Ini dapat menimbulkan anti-pati dari berbagai negara demokrasi, baik di kawasan Asia Tenggara mupun Indo-Pasifik pada umumnya, yang pada akhirnya akan membahayakan Bangsa Indonesia karena terancam diisolasi oleh bangsa-bangsa demokratis lainnya di dunia," bunyi kesimpulan diskusi itu.

Hadir dalam diskusi para pemuda tersebut diantaranya, Ferry Juliantono dan Raslina Rasidin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww