Rocky Gerung Sebut Sayembara Beasiswa Bikinan Hasto PDIP Hanya untuk Cari Pujian Jokowi
![]() |
| Pakar Filsafat Rocky Gerung, saat dialog Renungan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah DKI Jakarta di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2021). |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tidak ada ketulusan yang betul-betul ikhlas dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang akan memberikan beasiswa bagi yang bisa membedah capaian kinerja antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Hasto Kristiyanto mengaku siap merogoh kocek untuk memberi beasiswa kepada pihak-pihak yang mau melakukan kajian kinerja dua presiden di periode berbeda itu.
Dalam pandangan pakar filsafat Rocky Gerung, rencana Hasto itu hanya untuk mencari pujian bagi Jokowi dan mencari sisi negatif dari era pemerintahan SBY di periode 2004-2014.
"Tentu dengan maksud agar supaya, kepemimpinan Jokowi bisa diberi pujian dan kepemimpinan SBY bisa diberi hardikan," ujar Rocky Gerung dalam dialog Renungan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah DKI Jakarta di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (28/10/2021).
Rocky justru bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan Hasto ketika para pendaftar beasiswa itu justru menemukan catatan bahwa data-data pembangunan era SBY ternyata lebih baik dari era Jokowi. "Yang ajaib nanti kalau misalnya 53 orang mendaftar itu menemukan data konkret bahwa di masa SBY ruang fiskal kita membesar 200 persen. Di masa Jokowi membesar 20 persen," katanya.
"Demikian juga ruang kemakmuran (di masa SBY) meningkat 300 persen, di masa Jokowi meningkat hanya 20 persen juga," sambung Rocky Gerung.
Menurutnya, sayembara beasiswa oleh Hasto adalah sesuatu yang dipaksakan. Yaitu, untuk membalikkan fakta dan data supaya bisa menjadi baik kepada Jokowim. "Hasto kepaksa bikin sayembara, ngasih beasiswa. Tentu dengan maksud agar data itu berubah," pungkasnya.
Berdasarkan pantauan GoNews.co, di lokasi, sejumlah tokoh dan aktivis yang berkumpul antara lain pengamat politik Rocky Gerung, pakar hukum tata negara Refly Harun, ekonom senior Faisal Basri, dan pentolan KAMI Syahganda Nainggolan.
Hadir pula mantan aktivis 98 Ferry Juliantono, pentolan KAMI Jumhur Hidayat, eks politikus Nasdem Akbar Faizal, eks Juru Bicara Gus Dur Adhie Massardi, artis yang juga politisi Raslinna Rasidin, pengamat kebijakan publik Said Didu, beserta puluhan tokoh dan aktivis lainnya.***
| Kategori | : | Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta |













