Tak Masuk di Joyoboyo, Cak Imin Disarankan Urungkan Niat untuk Nyapres di 2024
![]() |
| Mantan Wakil Ketua DPP Gerindra Arief Poyuono. (Foto: GoNews.co) |
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPP Gerindra Arief Poyuono, mengingatkan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), agar mengurungkan niatnya menjadi Presiden di 2024. Alasanya kata Dia, nama Abdul Muhaimin Iskandar tidak masuk kategori tokoh yang masuk dalam kitab ramalan kuno Jongko Joyoboyo.
"Iya Muhaimin mending urungkan niat, percuma, membuang-buang energi dan duit saja, gak akan menang," ujar Arief Poyuono saat ditemui di sela-sela acara Hari Sumpah Pemuda ke-93 di Jalan Dharmawangsa Raya, Jakarta Selatan pada Kamis (28/10/2021).
Tidak hanya Muhaimin, Arief Poyuono juga mengingatkan hal yang sama kepada sejumlah tokoh seperti Anies Baswedan, Erick Thohir, Sandiaga Uno, bahkan Prabowo dan Puan. "Apalagi Sandiaga Uno dan Erick Thohir, dia bukan tokoh kelahiran Jawa, susah bakal ke laut," tegasnya.
Arief Poyuono pun memberikan gambaran terkait dengan siapa calon presiden (capres) yang akan menang di Pilpres 2024. Arief memberikan gambarannya dengan konsep pendekatan dalam tradisi Jawa.
Ia mengatakan, dengan konsep pendekatan tradisi Jawa yakni Jongko Joyoboyo, seorang pujangga yang memberi gambaran bahwa pemimpin Indonesia adalah mereka yang memiliki nama akhiran dari kata Noto Nogoro (menata negara). "No itu Sukarno To itu Suharto No itu Yudhoyono, kemudian Mulyono nama kecil Jokowi, dan sisanya Go-Ro. Noto Nogoro," katanya.
Dalam gambaran yang diberikan Arief tersebut, menurutnya, ada tiga nama figur yang digadang-gadang menjadi capres yang bakal menang. Pertama, Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
"Syarat harus orang Jawa bagi presiden RI dan lahir di area Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah terpenuhi oleh ketiga tokoh tersebut," katanya.
Ia mengatakan, nama-nama lainnya seperti Muhaimin Iskandar, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, hingga Puan Maharani menurutnya di luar gambaran Jongko Joyoboyo. Ia menilai nama tersebut harus bekerja ekstra jika ingin menang di Pilpres 2024. "Jadi sekali lagi saya tegaskan, percuma tokoh ini ngotot maju sebagai Capres pasti akan kalah dan cuma buang-buang duit aja loh," ujar Arief.
Kalaupun menang kata Arief, Indonesia bakal mengalami peristiwa atau kondisi yang tidak tenang. "Ingat era Megawati, Habibie hingga Gus Dur, kericuhan dimana-mana, bencana juga dimana-mana. Mending gak usah ngotot daripada nanti malah jadi Goro-goro," tegasnya.***
| Kategori | : | Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta |













