Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
17 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Sperma Punya Manfaat untuk Kulit dan Rambut, Mitos atau Fakta?

Sperma Punya Manfaat untuk Kulit dan Rambut, Mitos atau Fakta?
Ilustrasi. (net)
Minggu, 31 Oktober 2021 00:11 WIB

JAKARTA - Salah satu mitos yang banyak muncul adalah sperma disebut bisa mengatasi permasalahan kulit seperti jerawat. Hal ini terjadi karena spermine, zat antioksidan yang ada pada sperma dianggap bisa mengatasi peradangan di wajah.

Sebenarnya hal itu hanya mitos saja. Sebab belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini. Namun menurut sebuah publikasi yang diterbitkan di Nature Cell Biology menemukan bahwa menyuntikkan spermidine (ekstrak dari spermine, zat yang terdapat di dalam sperma) langsung kepada sel kulit dapat memudarkan garis halus di wajah.

Tapi para peneliti belum mengetahui lebih lanjut apakah ada efek samping karena prosedur tersebut. Jadi menghilangkan kerutan dengan sperma tidak direkomendasikan dalam dunia kecantikan. Mitos lain yang juga beredar adalah perempuan yang mengkonsumsi sperma bisa meningkatkan jumlah kolagen dalam kulit. Faktanya, sperma memang memiliki 3 persen dari dari cadangan asupan zat besi harian yang dianjurkan.

Sedangkan zat besi memiliki beberapa manfaat untuk kecantikan kulit, mulai dari anti inflamasi hingga memperbaiki jaringan kolagen di dalam tubuh agar lebih cepat regenerasi.

Meski begitu, sperma tetap tak bisa digunakan untuk meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh. Tak hanya itu, berdasarkan beberapa penemuan sperma yang dipulaskan pada wajah juga tidak bisa digunakan untuk merawat kulit.

Justru, cara ini bisa menimbulkan reaksi alergi dan infeksi menular seksual pada pasien melalui selaput lendir pada bibir, lubang hidung, dan mata. Beberapa penyakit menular seksual seperti herpes, chlamydia, dan gonorrhea dapat ditularkan dengan cara ini.

Sama halnya dengan kulit, sperma juga tak bisa dipakai untuk merawat rambut, ya, Ladies. Kandungan spermidine ini bisa memberikan stimulasi pada pertumbuhan rambut menurut penelitian yang diterbitkan di PLOS One. Protein yang ada pada sperma juga disebut bisa memperbaiki rambut rapuh. Bahkan salah satu salon di London juga menggunakan sperma sebagai salah satu bahan untuk kondisioner.

Namun setelah diteliti lebih lanjut, bukan sperma yang bisa membuat rambut jadi tumbuh sehat, melainkan kandungan lainnya yang ada pada produk tersebut. Jadi sperma sama sekali tak punya manfaat untuk rambut dan kulit.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, DKI Jakarta
wwwwww