Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Komisi I DPR Disebut Norak Kenakan Outfit Ala Militer Saat Uji Kelayakan Jenderal Andika

Komisi I DPR Disebut Norak Kenakan Outfit Ala Militer Saat Uji Kelayakan Jenderal Andika
Anggota Komisi I DPR saat kenakan baju ala militer dan foto bersama Jenderal Andika. (Foto: Antara)
Senin, 08 November 2021 22:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai jajaran Komisi I DPR bagaikan anak-anak satu geng yang tengah reuni. Hal itu buntut dari pemakaian outfit atau seragam bercorak hijau yang disebut ala militer saat fit and proper test calon Panglima Jenderan TNI Andika Perkasa.

Peneliti Formappi Lucius Karus mengatakan agenda fit and proper pada Sabtu (6/11/2021) itupun menyisakan kisah kontroversial lantaran mereka terlihat kompak mendandani diri dengan pakaian ala militer.

Dandanan jajaran Komisi yang mengenakan pakaian ala militer ini kata Lucius, tentu saja mengherankan. "Bagaimana bisa sih orang-orang terhormat ini sebegitu narsisnya hingga mau menyamakan warna dan corak pakaian mereka? Membayangkan bahwa sebelum rapat mereka tek-tokkan merencanakan penggunaan pakaian dengan warna dan corak militer yang sama tentu amat menggelikan," kata Lucius kepada wartawan, Senin (8/11/2021).

"Anggota Komisi I itu seperti rombongan anak-anak se-geng yang lagi bikin rencana reunian atau piknik bareng," sambung Lucius.

Lucius mengatakan dandanan dengan outfit ala militer yang dikenakan jajaran Komisi I DPR tak hanya mengekspresikan kenorakan ala anak-anak. "Tetapi juga memalukan karena hal itu justru dilakukan ketika mereka sedang ingin mengobok-obok semua sisi dari sosok Jenderal Andika yang menjadi calon Panglima TNI satu-satunya yang disodorkan oleh Presiden," kata Lucius.

Hal senada juga diungkapkan Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga. Ia menyangkan penggunaan kostum ala militer mengingat DPR adalah lembaga politik representasi sipil.

Menurut Jamiluddin, tak sepatutnya Komisi I DPR dalam acara resmi di gedung parlemen mengenakan kostum militer. Selain itu, kata dia, kesan menghormati dan empati terhadap Andika Perkasa juga tidak beralasan. Sebab, dalam pertemuan tersebut agendanya ialah fit and proper test, di mana Komisi I harus menguji kepatutan dan kelayakan Andika Perkasa menjadi Panglima TNI.

Karena itu, Anggota Komisi I harusnya mengenakan simbol-simbol DPR, bukan militer. "Marwah DPR RI sudah tidak dijaga ketika uji kepatutan dan kelayakan selesai. Anggota Komisi I berlomba-lomba ingin selfi bersama Andika Perkasa. Perilaku seperti ini sangat tidak pantas bila dilihat dari fungsi DPR RI, khususnya fungsi pengawasan," ujar Jamiluddin melalui pesan Whatsapp kepada GoNews.co, Senin (08/11/2021).

Terkesan bukan melakukan uji kepatutan dan kelayakan, Jamiluddin menilai, justru anggota dewan di Komisi I DPR terlihat sedang bertemu fans berat, sehingga berlomba-lomba minta foto bersama. "Jadi anggota Komisi I tampaknya larut dan menyatu dengan Andika Perkasa. Sekat-sekat yang seharusnya ada dalam uji kepatutan dan kelayakan hilang dengan sendirinya," pungkasnya.***

wwwwww