Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
20 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
14 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Olympic

Pendaftaran Direksi RRI Dinilai Berpotensi Timbulkan Kecurigaan

Pendaftaran Direksi RRI Dinilai Berpotensi Timbulkan Kecurigaan
Ilustrasi Gedung RRI. (Foto: Istimewa)
Rabu, 10 November 2021 00:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pendaftaran seleksi calon Direksi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) dinilai tidak transparan.

Sejumlah pihak menyoroti hal itu antara lain disebabkan link web pendaftaran tidak dapat diakses oleh publik setelah diumumkan di portal rri.co.id dan terdapat juga di laman Antaranews.com. Bahkan dari penulusuran pada Selasa (9/11/2021) hingga pukul 22.00 WIB, link tersebut masih belum bisa diakses.

Dalam berita rri.co.id mengutip keputusan pengumuman seleksi bernomor: 01/TIMSELDIREKSI-RRI/11/2021 terbit Rabu 3 November 2021 hingga berakhir penutupan penyerahan berkas pada Jumat 12 November 2021. Namun, saat mencoba mengakses link https://dewas.rri.co.id/timseldewandireksirri2021-2026/ yang tertera di dalamnya tidak didapat dibuka.

Menanggapi hal itu, mantan Ketua Dewas RRI Freddy Ndolu menilai, dengan tidak bisanya link pendaftaran diakses, maka menurutnya akan mengundang kecurigaan publik

"Jadi setiap langkah harus dihitung secara matang. Kalau langkah awal saja sudah mengundang kecurigaan, kedepannya ya repot. Dewas sebagai lembaga tertinggi di RRI, harus bisa memberikan contoh yang baik," tegasnya.

Karena itu, lanjut Fredy, Dewas RRI yang baru harud benar-benar mengedepankan transparasi dalam menyelanggarakan seleksi calon Direksi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI).

"Harus transparan, karena RRI sebagai lembaga penyiaran publik, harus terbuka dengan publik. Kalau link pendaftaran saja tidak bisa diakses, ya Dewas harus menjawab ini, misalnya ada kendala atau troubel ya harus jujur," tandasnya.

Dia berharap kejadian masa lalu tidak terulang. "Dulu kita sampai berantam dan tegang, karena mereka bikin pengumuman berubah-rubah saat itu. Saya mengkritik waktu itu, misalnya soal aturan umur, hari ini keputusanya A besoknya sudah B, bahkan saat itu sempat iklan sudah tayang tiba-tiba aturan berubah, akhirnya kan jadi ribut, bahkan Komisi I DPR RI sempat mengatakan itu merupakan pelanggaran berat," katanya.

Apalagi saat itu kata dia, ada isu besar soal dukung mendukung yang memperkeruh proses seleksi.

"Dewas harusnya tegas dan tidak plin-plan ketika membuat aturan, LPP RRI ini kan sebagai lembaga penyiaran publik tidak harus diisi orang-orang dari RRI itu sendiri, siapapun yang memenuhi kriteria mampu dan memenuhi syarat ya harus diakomodir, tidak boleh ada unsur politik maupun intervensi. Ingat Dewas itu lembaga terhormat lho," pungkasnya.***

wwwwww