Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
15 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
9 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Bali United Basketball Tingkatkan Produktifitas Poin Lewat Kendal Yancy

Bali United Basketball Tingkatkan Produktifitas Poin Lewat Kendal Yancy
Kendal Yancy. (Dok. iblindonesia)
Sabtu, 13 November 2021 16:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Nama Kendal Yancy yang diajukan Bali United Basketball pada IBL Draf 2021 Foreign Player Round 2 available dan siap direkrut. Makanya, pilihan Bali United itu dinilai cukup tepat karena Yancy bisa meningkatkan produktifitas poin mereka.

Yancy pernah bermain di bersama Texas Longhorns selama tahun 2013 hingga 2017. Di basket level kampus tersebut, Yancy tampil 127 pertandingan dengan rata-rata poin sebanyak 10,6 PPG. Pada tahun 2017, Yancy sempat bermain di NBA G League bersama Austin Spurs, tim afiliasi San Antonio Spurs.

Karena tidak masuk dalam NBA Draft, Yancy mencoba peruntungan di liga internasional. Hingga akhirnya mendarat ke Indonesia sebagai pemain asing pengganti di Stapac Jakarta. Kedatangannya membuat Stapac jadi lebih kuat. Di regular season 2018-19, Yancy mampu mencetak 14,2 PPG, 5,1 RPG, dan 3,3 APG. Setelah itu di Playoffs, kontribusinya naik jadi 18,5 PPG, 6,2 RPG, dan 4,7 APG. Yancy membantu Stapac menjuarai IBL 2018-19. Meski dalam perjalanannya, Yancy sempat jadi kontroversi seputar tinggi badannya.

Yancy terakhir bermain untuk tim Lewisville Leopard di The Basketball League (TBL), yang dulu dikenal dengan nama North America Premier Basketball (NAPB). Dalam 12 pertandingan, Yanci mencetak 13,8 PPG, 5,1 RPG, dan 3,8 APG. FG Precentage pemain setinggi 190 cm tersebut mencapai 53,2%.

Kembalinya Yancy ke IBL tentu bisa menjadi warna baru di liga musim 2022. Bukan hanya soal kemampuannya saja yang membuat penasaran, namun semuanya ingin tahu sejauh apa kontribusinya untuk Bali United nanti. ***

wwwwww