Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Anis Matta: Visi Besar Muhammadiyah Melampaui Zamannya

Anis Matta: Visi Besar Muhammadiyah Melampaui Zamannya
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta dalam memperingati ulang tahun Muhammadiyah. (foto: Istimewa)
Kamis, 18 November 2021 18:46 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, organisasi Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada 18 Nopember 1912 lalu, memiliki visi besar yang jauh melampaui zamannya.

Hal itu disampaikan Anis Matta saat menyampaikan ucapan Milad 109 Persyarikatan Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (18/11/2021). "Muhammadiyah lahir dari gagasan memajukan umat melalui amal usaha terutama di bidang pendidikan yang mencerahkan dan kesehatan yang memberdayakan. Visi besar KHAhmad Dahlan yang jauh melampaui zamannya," kata Anis Matta dalam keterangannya.

Menurut Anis Matta, visi besar dan semangat itu telah dia rasakan saat dirinya belajar di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam di Gombara, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) beberapa waktu silam.

Di pondok pesantren ini,  Anis Matta menimba ilmu agama  selama enam tahun dan menjadi alumni pada 1986. "Saya merasakan visi dan semangat itu pada guru saya, KH Abdul Djalil yang memimpin Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam di Gombara, Makassar kala itu, " katanya.

Menurut Anis Matta, di tengah segala keterbatasan, KH Abdul Djalil selalu mengajak murid-muridnya punya mimpi besar dan cakrawala yang luas.

Anis Matta mengaku selalu terkenang dengan guru-guru Muhammadiyah yang bukan saja mengajar, tapi menjadi motivator bagi murid-muridnya. "Tempat ini dulu terpencil dan sepi. Kita belajar di bawah pohon, tapi kami selalu tersambung dengan cita-cita besar, karena guru kami dulu semuanya motivator," lanjut Anis Matta mengurai kenangannya.

Karena itu, Anis Matta selalu mengingat jasa-jasa gurunya tersebut, yang telah menjadikannya sebagai seorang motivator, menjadikan Indonesia kekuatan lima besar dunia. "Kini, pada usianya yang ke 109 tahun, saya percaya Muhammadiyah akan terus menjadi elemen bangsa yang mendorong kemajuan dan persatuan dalam membangun peradaban Indonesia," katanya.

"Selamat milad Muhammadiyah. Teruslah menebar optimisme dan nilai-nilai utama. Semoga Allah memberkati semua amal usaha Muhammadiyah dan seluruh bangsa Indonesia," ujar Anis Matta.***

wwwwww