Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  PON

Banjir Kerap Terjadi, PKB Minta Food Estate Dievaluasi

Banjir Kerap Terjadi, PKB Minta Food Estate Dievaluasi
Petani kawasan food estate Kalimantan. (foto: ist./kaltengpos)
Kamis, 18 November 2021 11:26 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar melalui pernyataan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis (18/11/2021) menyatakan, pihaknya mendorong pemerintah mengevaluasi program food estate yang dituding menjadi menyebab rentetan banjir dan bencana alam lainnya di kawasan yang tak jauh dari lokasi food estate.

"Saya kira perlu dievaluasi, ditinjau ulang dulu. Kita semua melihat banjir yang terjadi itu tidak jauh titik-titik food estate. Kalau dibiarkan tanpa adanya evaluasi dan kajian mendalam jelas itu merugikan warga sekitar," kutipan pernyataan Gus Muhaimin yang diterima GoNEWS.co.

Jika merujuk Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, seharusnya program food estate ini menggunakan nomenklatur Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Menurut Gus Muhaimin, jauh lebih elok KSPP tersebut yang diotimalkan daripada membuka ratusan hingga jutaan lahan baru dengan membabat hutan berdalih wujudkan kemandirian pangan.

"Lahan pertanian kita yang masuk dalam KSPP itu sangat luas, kalau itu digarap pemerintah dengan baik tanpa membuka lahan baru apalagi membabat hutan saya yakin bisa mewujudkan kemandirian pangan," tutur Gus Muhaimin.

Lebih lanjut Wakil Ketua DPR RI ini menilai, program pemerintah semacam food estate dan sejenisnya tidak boleh dilaksanakan hanya asal jalan saja tanpa ada kajian serius sebelumnya. "Ya tentu harus dikaji ulang juga, ini program besar, dananya juga besar dan masuk proyek strategis nasional, jadi tidak boleh hanya asal jalan saja, apalagi hanya asal buka lahan saja. Bahaya sekali bagi masyarakat," kata Gus Muhaimin.

Tanpa evaluasi dan kajian mendalam, Gus Muhaimin memprediksi ke depan masalah banjir akan terus terjadi di berbagai wilayah seperti Sintang, Kota Batu dan lainnya. Karena itu, dia mendorong Pemerintah segera mengevaluasi program itu serta memperhatikan masalah reforma agraria lainnya dengan tidak hanya mengakomodasi pembabatan hutan atas nama pembangunan dan kemandirian pangan.

"Jikapun nanti tetap dilanjutkan, saya minta skemanya bagi petani setempat diperjelas. Mereka itu nanti dapat apa, sebagai pemilik lahan, sebagai pekerja atau bagaimana. Saya berharap manfaatnya jelas dirasakan oleh petani sekitar, bukan malah ketiban bencananya saja," ujar Gus Muhaimin.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta
wwwwww