Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Fahri Hamzah: Saya Tak Bela Fadli Zon, tapi Kritik Parpol yang Teracuni Feodalisme

Fahri Hamzah: Saya Tak Bela Fadli Zon, tapi Kritik Parpol yang Teracuni Feodalisme
Dua F (Fadli Zon dan Fahri Hamzah). (Foto: Istimewa)
Jum'at, 19 November 2021 14:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora, Fahri Hamzah, merespons 'sentilan' Partai Gerindra terkait polemik sindiran Fadli Zon terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal banjir di Sintang, Kalimantan Barat.

Fahri Hamzah mengatakan tak membela Fadli Zon, namun membela hak warga negara. "Perlu digarisbawahi sekali lagi bahwa saya tidak membela Fadli Zon. Yang saya bela adalah hak-hak kita sebagai warga negara dan sebagai pemilih atas wakil kita," kata Fahri kepada wartawan, Jumat (19/11/2021).

Fahri Hamzah yang merupakan mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 berharap wakil rakyat mengawasi pemerintahan saat ini. Namun, kenyataannya menurut Fahri para wakil rakyat justru taat kepada pimpinan partai politik.

"Karena mereka seharusnya lebih bisa berdaya dalam mengawal negara dari sekarang yang nampak di depan kita membosankan. Karena mereka harus taat kepada pimpinan dan lain-lain," ujar Fahri.

Kritik yang dilontarkan Fahri Hamzah ini menurutnya bukan untuk satu partai politik. Namun, kritiknya ditujukan untuk partai politik yang tercemar feodalisme.

"Ini bukan kritik kepada satu partai politik, tapi kepada semua partai politik yang telah teracuni oleh feodalisme kepemimpinan partai yang tidak demokratis," ucapnya.

Fungsi pengawasan dan oposisi DPR saat ini menurut Fahri Hamzah tak dijalankan secara baik. Buktinya, lanjut Fahri, pengawasan terhadap pemerintah tercecer di mana-mana, sedangkan oposisi justru menguat di jalanan.

"Jadi ini sekali lagi, ini bukan orang per orang, tapi soal hak rakyat, soal kita sebagai warga negara yang ingin melihat Senayan berfungsi sebagaimana mestinya, Senayan mengambil fungsi pengawasan yang sekarang berserakan, fungsi oposisi yang sekarang menjalar di jalan-jalan raya. Harusnya yang mengambil alih adalah Senayan, Senayan harus bisa melihat kejanggalan yang kasat mata ini, dan disuarakan karena itu kehendak pemilih," imbuhnya.***

wwwwww