Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
9 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
9 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
4
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
9 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Dibanding Partai Ummat, Fadli Zon Dinilai Lebih Cocok Gabung PKS

Dibanding Partai Ummat, Fadli Zon Dinilai Lebih Cocok Gabung PKS
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon. (Foto: Istimewa)
Minggu, 21 November 2021 15:56 WIB

JAKARTA - Politikus Partai Gerindra Fadli Zon dirayu Partai Ummat untuk bergabung. Partai Gerindra sendiri menegaskan rayuan itu percuma, meski Fadli Zon belum bersuara.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, pun memberi analisis untung-rugi bagi Fadli Zon jika pindah dari Gerindra. "Fadli Zon kalau pindah ke partai lain yang tak lolos ke Senayan rugi besar. Bisa tak jadi anggota dewan lagi yang secara otomatis Fadli Zon akan kehilangan 'pengaruhnya' sebagai pejabat publik. Saat ini Fadli Zon fenomenal karena dia pejabat negara. Kalau sudah tak lagi pejabat, akan terasa hambar sikap kritisnya," kata Adi kepada wartawan, Sabtu (20/11/2021).

Sementara itu, Adi menilai Gerindra tidak akan terlalu rugi kehilangan Fadli Zon dari segi suara partai. Namun satu hal yang pasti, menurutnya, Gerindra akan kehilangan sosok kritis dan kontroversial.

"Sepertinya Gerindra tak rugi, karena di dapil Fadli Zon pemilih Gerindra masih solid. Cuma memang Gerindra bakal kehilangan sosoknya yang fenomenal kontroversial jika Fadli Zon out. Gerindra kehilangan sosok kritikus. Itu saja, kalau soal kursi saya kira basis Gerindra di dapil Fadli Zon masih kuat. Pahitnya, paling hanya Gerindra kehilangan satu kursi," jelasnya.

Adi menilai Fadli Zon dan Gerindra dalam situasi dilematis. Menurutnya, di satu sisi Fadli Zon tidak kuasa menahan diri untuk bersikap kritis, tapi di sisi lain posisi Fadli Zon di Partai Gerindra memang penting.

"Di situlah dilematisnya. Satu sisi Fadli Zon orang penting di Gerindra, tapi sisi lain sikap kritisnya tak bisa dibendung. Kalau terus-menerus kritis bukan mustahil bakal ada yang usul Fadli di-PAW karena posisi Gerindra pasti tak nyaman ke pemerintah," ujarnya.

Jika terpaksa pindah partai, Adi menilai, ada dua partai yang cocok dan menguntungkan Fadli Zon, yakni PKS dan PAN. Kedua partai tersebut memang memiliki dasar oposisi di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) tapi tetap merupakan partai besar.

"Saya kira Fadli Zon pantas nyari partai lain yang akidah politiknya sama bermazhab oposan macam PKS dan PAN. Dulu Fadli Zon bebas karena Gerindra oposisi, sekarang beda cerita ketika Gerindra 'di dalam' tentu Fadli Zon sangat terbelenggu," jelasnya.

"Daripada berpolitik selalu tak enak hati, sikap kritis dibatasi partai yang jadi koalisi pemerintah, keluar jauh baik. Biar win-win solution. Gerindra plong karena tak ada lagi yang kritisi pemerintah, satu sisi lain Fadli bisa bebas kritik pemerintah," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww