Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
9 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
8 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
13 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Olympic

Dewan Pakar Ispikani Minta KKP Hati-Hati dengan Perikanan Terukur

Dewan Pakar Ispikani Minta KKP Hati-Hati dengan Perikanan Terukur
Ketua Dewan Profesi dan Pakar Ispikani, Dr. Luky Adrianto. (Foto; Istimewa)
Minggu, 28 November 2021 21:20 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BOGOR - Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani) menggelar Rapat kerja teknis (Rakernis) selama 26-27 November 2021. Forum yang diadalkan di Hotel Salak Bogor ini dihadiri oleh para pengurus di pusat, cabang, dewan penasehat dan dewan pakar, baik secara offline dan online.

Rakernis Ispikani kali ini juga membahas program kerja pengurus pusat dan juga paparan program dari dewan Profesi dan pakar serta tanggapan dari 18 cabang Ispikani yang hampir tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Ketua Dewan Profesi dan Pakar Ispikani, Dr. Luky Adrianto mengatakan, Ispikani perlu terlibat aktif dalam perbaikan tata Kelola perikanan di Indonesia, termasuk kebijakan perikanan dan kelautan yang ada saat ini, salah satunya adalah soal perikanan terukur.

“Perikanan terukur harus melalui proses terukur dan implementasinya juga terukur. Perlu kehati-hatian dalam penetapan zonasi dan pelaksanaan perikanan terukur ini. Basis datanya harus kuat dan dilakukan dengan kajian stok yang benar,” ujar akademisi Fakultas Perikanan dan Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) itu.

Luky juga menambahkan, dalam pelaksanaan perikanan terukur dan penerapan zona bisnis ini sangat penting menerapkan keterkaitan sistem ekologi-sosial-ekonomi.

“Saya khawatir jika tidak diterapkan dengan penuh kehati-hatian, maka bisa dipastikan hanya akan menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu dewan pakar Ispikani, Ari Purbayanto. Menurutnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai wakil pemerintah wajib untuk segera memperbaiki data-data yang ada seperti data jumlah kapal,
jenis kapal, ukuran kapal dan beroperasi dimana saja serta teknologi dan inovasi.

“Persoalan data ini sangat penting dalam menjalankan, memanfaatkan perikanan terukur dengan menggunakan data-data tersebut. Sehingga data tersebut dapat digunakan dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Tentunya dengan menyoroti pentingnya menyiapkan SOP dan instrumen yang jelas bagi pelaku usaha perikanan,” tuturnya.

Merespons kebijakan ini, Ketua Umum Ispikani, Ichsan Firdaus mengatakan, kebijakan perikanan terukur ini sosialisasinya harus dijalankan dengan baik. Jangan sampai kebijakan strategis ini melahirkan pengelolaan perikanan yang ekslusif dan diterima dengan kurang baik oleh publik perikanan

Persoalan kebijakan perikanan ini, juga ditanggapi oleh Ketua Komisi IV DPR RI Sudin yang hadir dalam penutupan Rakernis ini. Menurutnya permasalahan mendasar kelautan perikanan di Indonesia yaitu infrastruktur, inovasi, kelembagaan dan pembiayaan, SDM dan benih/bibit/pakan dan obat-obatan.

“Terkait dengan ragam permasalahan tersebut penting dipersiapkan infrastruktur dan data dengan baik,” pungkasnya.***

wwwwww