Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
13 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
4
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
13 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
5
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
13 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
18 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Voli

Minta Anak Tunarungu Berteriak, Orangtua Merasa Sakit Hati ke Mensos Risma

Minta Anak Tunarungu Berteriak, Orangtua Merasa Sakit Hati ke Mensos Risma
Mensos Risma saat Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos) pada Rabu (3/12/2021).
Sabtu, 04 Desember 2021 11:30 WIB

JAKARTA - Iies Arum Wardhani, ibu dari anak penyandang disabilitas mendapatkan undangan untuk hadir dalam acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang digelar oleh Kementerian Sosial (Kemensos) pada Rabu (3/12/2021).

Perasaan yang awalnya senang karena bisa hadir sekaligus melihat anaknya tampil pada acara tersebut, Iis justru kecewa setelah melihat penyelenggaraannya.

Sebelum berangkat, Iies sudah berharap kalau acara bisa berjalan hangat dan memanusiakan anak-anak disabilitas. Menurutnya, anak-anak disabilitas tunarungu mendapatkan alat bantu dengar (ABD) di awal acara.

Setelah itu ia terkejut karena anak-anak tersebut diminta untuk berbicara.

"Awalnya ada penyerahan alat bantu dengar. Itu kemudian didorong (berbicara), ‘Ayo kamu berkata hore," kata Iies dalam acara Konferensi Pers Koalisi Organisasi Penyandang Disabilitas Anti Audism secara virtual, Jumat (3/12/2021).

Sakit hati Iies rasakan ketika Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta anak-anak disabilitas tunarungu untuk berbicara setelah mengenakan ABD.

"Ketika itu, beliau (Risma) mengatakan, ‘Ayo berteriak seperti ini’. Itu benar-benar sangat menyakiti hati saya," ujarnya.

Iies menjelaskan bahwa dalam proses mengasuh anak-anak tunarungu itu bukan hanya sebatas dipasang alat bantu dengar saja. Menurutnya, banyak proses untuk mengajarkan anak-anak tunarungu bisa mendengar.

"Anak-anak ini tidak hanya untuk berteriak saja. Anak-anak ini butuh informasi, pengetahuan yang mereka dapatkan dari bahasa isyarat, salah satunya, ya."***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww