Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Nasional

Sultan Minta MK Kabulkan Permohonan JR Ferry Juliantono

Sultan Minta MK Kabulkan Permohonan JR Ferry Juliantono
Wakil Ketua DPD RI Sultan B Najamudin di Gedung DPD RI, Jakarta. (foto: ist.)
Rabu, 08 Desember 2021 19:30 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Sultan B Najamudin menilai, semua argumentasi gugatan judicial review terhadap ketentuan Presidential Threshold 20% memiliki kualitas argumen yang sangat rasional, konstitusional dan objektif sehingga patut dikabulkan. Hal tersebut Ia sampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (8/12/2021).

Gugatan Ferry dan para senior aktivis serta kaum intelektual, kata Sultan, merupakan wujud akumulasi keresahan sosial politik masyarakat di mana tengah terjadi pendangkalan tafsir terhadap konstitusi oleh elit politik selama ini.

"Demi keadilan politik warga negara di negara hukum ini, MK seharusnya bisa menerima atau mengabulkan gugatan konstitusional teman aktivis itu," kata Sultan dikutip GoNEWS.co.

Lebih jauh, kata Sultan, "MK tidak boleh didikte oleh kekuatan politik tertentu yang memungkinkan problem konstitusional tersebut berlangsung secara terus menerus dalam jangka panjang."

Diketahui, Ferry Juliantono menggugat UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ferry menggugat presidential threshold dari 20 persen menjadi 0 persen. Sebab, aturan itu dinilai menguntungkan dan menyuburkan oligarki. Ferry memberikan kuasa kepada Refly Harun.

"Menyatakan Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109) bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat," demikian bunyi petitum Ferry dalam berkas yang dilansir website MK, Rabu (8/12/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Nasional, Nusantara, DKI Jakarta
wwwwww