Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ma'ruf Cahyono: Biasakan Berpikir Kreatif, Inovatif, dan Menyukai Tantangan!

Maruf Cahyono: Biasakan Berpikir Kreatif, Inovatif, dan Menyukai Tantangan!
Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 10 Desember 2021 03:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono mendorong calon wiisudawan Universitas Jenderal Soedirman untuk lebih nyaman dengan perubahan, terbiasa memikirkan yang belum pernah dipikirkan, kreatif, inovatif, dan menyukai apa yang belum pernah diketahui dari pada yang sudah diketahui.

"Kita harus menjadi orang yang lebih senang menyelesaikan hal-hal yang lebih sulit daripada yang lebih mudah," kata Ma'ruf saat menjadi salah satu pembicara dalam pembekalan bagi calon wisudawan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, periode Desember 2021. Pembekalan melalui zoom itu bertema Strategi Menjadi Lulusan yang Agile dan Berdaya Saing Menuju Era Society 5.0.

Menurutnya, semua harus menjadi agen perubahan yang mampu dan sanggup mentransformasi sumber daya yang ada di sekitar untuk memperoleh nilai tambah yang menguntungkan secara ekonomi maupun agroekonomi, pribadi maupun sosial. Society 5.0, lanjut Ma'ruf, digagas oleh Jepang. Konsep itu memungkinkan penggunaan ilmu pengetahuan berbasis modern seperti AI, robot, dan iot, untuk kebutuhan manusia dengan tujuan agar manusia dapat hidup dengan nyaman.

Ia kemudian membandingkan bahwa revolusi 4.0 menggunakan AI dengan komponen utama kecerdasan buatan, sedangkan society 5.0 menggunakan teknologi modern namun mengandalkan manusia sebagai komponen utama. Society 5.0 dengan komponen utama manusia mampu menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi yang dapat meminimalisasir kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi dikemudian hari.

Kepada para calon wisudawan, Ma'ruf yang juga alumnus Unsoed mengingatkan agar mereka memiliki kemampuan enam literasi dasar, yakni numerasi, sains, informasi, finansial, budaya, dan kewarganegaraan. Selain itu, mampu berpikir kritis, bernalar, kretatif, berkomunikasi, kolaborasi, serta memiliki kemampuan problem solving.

Sebagai warga negara, lanjutnya, juga penting untuk memiliki perilaku dan karakte yang mencerminkan nilai Pancasila, kepedulian sosial, dan budaya.***

wwwwww