Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
17 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
17 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
17 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
17 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
17 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  SEA Games

Waspadalah! Ini Gejala Covid-19 Omicron yang Jarang Disadari

Waspadalah! Ini Gejala Covid-19 Omicron yang Jarang Disadari
Ilustrasi varian baru Covid-19, Omricon. (Foto: Istimewa)
Minggu, 12 Desember 2021 15:04 WIB

JAKARTA - Covid-19 Varian Omicron menunjukkan gejala tak biasa bagi penderitanya dibandingkan varian sebelumnya termasuk Delta. Sebelumnya pada orang positif Covid-19 akan ditemukan gejala batuk dan hilangnya perasa dan penciuman (anosmia).

Namun pada pasien terkait Omicron kedua gejala itu tidak ditemukan. Bahkan disebutkan varian Omicron hanya menimbulkan gejala 'sangat ringan'. Hal ini diungkapkan oleh dokter asal Afrika Selatan yang melihat varian pertama kalinya. Salah satu yang masuk dalam gejala pasien dengan Omicron adalah kelelahan dan tenggorokan gatal.

Menurut CEO Pfizer, Albert Bourla, orang dengan Omicron juga punya gejala ringan. Namun sayangnya bisa menyebar lebih cepat dan membuat banyak mutasi di masa depan.

Gejala pasien dengan Delta yang tidak ditemukan di Omicron adalah kebutuhan oksigen dan rumah sakit. Saat varian Delta menyebar, kebutuhan oksigen serta orang yang masuk rumah sakit melonjak tajam.

Sedangkan hal ini tidak terlihat untuk Omicron. Berdasarkan data dari Penelitian Medis Afrika Selatan, di sejumlah rumah sakit provinsi Gauteng, varian ini menyebabkan hanya sedikit pasien yang membutuhkan oksigen dan perawatan intensif.

Sebagai informasi, provinsi Gauteng adalah tempat varian Omicron pertama kali terdeteksi. Berdasarkan laporan yang sama, pasien yang di sana adalah 'penerimaan Covid insidental' telah di rumah sakit untuk alasan medis lain atau bedah serta juga belum mendapatkan vaksinasi.

Rumah sakit juga menerima pasien berusia muda dan anak-anak. Di sana, kelompok usia itu memang memiliki tingkat vaksinasi rendah atau tidak sama sekali. Khusus untuk anak di bawah 12 tahun tidak mendapatkan vaksin.

Para ahli di sana juga sedang melakukan penelitian kenapa pasien lebih banyak berusia muda. Padahal usia tersebut tidak berisiko parah saat terinfeksi Covid-19.

Dari pengamatan selama dua minggu pada 14 hingga 29 November 2021, belum ada kasus kematian dari laporan rumah sakit. Omicron sudah ditetapkan WHO sebagai variant of concern atau VoC pada 26 November 2021. Keputusan ini berselangan dua hari setelah Afrika Selatan melapor pada WHO.

Selain Afrika Selatan, banyak negara lain melaporkan temuan orang dengan varian Omicron. Beberapa diantaranya di wilayah Eropa, Amerika, hingga ke Hong Kong.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww