Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
21 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
14 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  PON

Baznas Beri 40 Keping Biskuit pada Anak Stunting Terdampak Erupsi Semeru

Baznas Beri 40 Keping Biskuit pada Anak Stunting Terdampak Erupsi Semeru
Anak Lumajang saat mendapat pelayanan di posko bantuan Baznas di Lumajang. (foto: ist.)
Senin, 13 Desember 2021 18:15 WIB
LUMAJANG - Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) Saidah Sakwan mengungkapkan dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta pada Senin (13/12/2021), tim Rumah Sehat Baznas (RSB) menemukan sejumlah anak terdampak erupsi Gunung Semeru mengalami stunting.

Temuan ini, berdasarkan hasil skrining gizi balita yang dilakukan Tim RSB di posko pengungsian Desa Jarit, Kabupaten Lumajang Jawa Timur, akhir pekan lalu. Jumlah balita yang berhasil menjalani skrining di lokasi erupsi, tercatat sebanyak 11 balita yang terdiri dari 6 Laki-laki dan 5 Perempuan. Hasil skiring gizi menggunakan antropometri 2020. Setidaknya, ditemukan 4 balita Stunting dan 1 balita dengan berat badan kurang.

"Tim Baznas melakukan pemeriksaan di posko kesehatan Baznas dan juga melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian. Tujuan kegiatan ini dilakukan adalah untuk mengetahui kondisi gizi balita yang berada di pengungsian," kutipan pernyataan Saidah Sakwan yang dibaca GoNEWS.co

Saidah menjelaskan, kegiatan ini merupakan upaya yang dilakukan Baznas dalam mengantisipasi masalah gizi yang bisa terjadi kapan saja kepada balita akibat asupan gizi yang kurang selama tinggal di pengungsian serta rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang berakibat munculnya masalah baru seperti diare berkepanjangan yang berdampak pada masalah gizi balita.

"Dalam penanganan balita stunting dan gizi kurang, tim Baznas memberikan edukasi gizi kepada orang tua balita, memberikan makanan tambahan berupa Biskuit Blondo kepada semua balita, khususnya balita stunting sebanyak 40 keping biskuit yang diharapkan habis selama 1 Minggu ke depan," jelasnya.

Lebih lanjut Saidah BAZNAS berharap, upaya ini dapat membantu balita stunting yang berada di tenda pengungsian untuk tetap mendapatkan tambahan gizi yang diperoleh dari Biskuit Blondo sehingga diharapkan mampu memperbaiki masalah gizi yang dialami oleh balita Stunting.

Untuk diketahui, asupan Biskuit Blondo produksi RSB Parimo Sulawesi Tengah ini telah lolos uji laboratorium Universitas Tadulako Palu dan IPB Bogor sebagai makanan tambahan terbaik untuk kanak-anak terkena stunting.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Olympic, Jawa Timur
wwwwww