Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
16 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
16 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
16 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
16 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

Warganet Ini Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Gereja Katolik: Boro-boro Ditangkap, Viral pun Tidak

Warganet Ini Ungkap Kasus Kekerasan Seksual di Gereja Katolik: Boro-boro Ditangkap, Viral pun Tidak
Tangkap layar Twitter. (foto; Istimewa)
Selasa, 14 Desember 2021 18:04 WIB

JAKARTA - Akun twitter @elisa_jkt mengungkapkan kasus-kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Gereja Katolik Indonesia. Dalam cuitannya, ia mensinyalir otoritas gereja berusaha menutupi kasus-kasus tersebut sehingga lenyap dari sorotan publik.

"Institusi kuat dan sentralistik spt Gereja Katolik, mungkin lebih mudah menutupi kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan & otoritanya. Sejak 2019-20, ada beberapa upaya angkat kasus-kasus di Jabodetabek ke publik, namun 'hilang' seiring waktu.Ini arsipnya: https://namabaikgereja.id", tulisnya pada Senin (13/12/2021).

"Boro2 ditangkap, diadili, bahkan viralpun kagak. Sampai ke wa group ortu dan temen-teman yang sama-sama Katolik pun ndak. Tanya ke teman yang anaknya sama-sama sekolah di salah satu tempat kejadian pun cenderung menghindar. Suami yang 'aktivis' gereja aja bisa gak tahu, sampai saya kasih tahu," lanjut Elisa.

Dengan adanya kejadian tersebut, Elisa mempertimbangkan untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya ke SMP/SMA Katolik. Dia juga mengajak agar pihak-pihak yang pernah menjadi korban kekerasan seksual di Gereja Katolik untuk berani berbicara. "Aku juga gak tahu gimana caranya agar korban-korban kekerasan seksual di lingkungan sentralistik-penuh aroma kuasa, bisa akhirnya punya keberanian untuk bicara. Atau minimal lebih baik bicara pencegahan juga? Monitoring? Dari level Mendikbud (utk sekolah)."

Elisa lalu mendesak penegak hukum untuk lebih serius mengusut kasus-kasus kekeresan seksual di Gereja Katolik. "Bagi yang ingin bareng2 agar Gereja Katolik dan Kepolisian (ataupun instansi lain yg relevan) SERIUS untuk menangani dan mengusut kekerasan seksual, ini ada petisinya: Usut Kejahatan Seksual di Gereja Katolik Indonesia," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww