Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Nasional

Perempuan Islam Dukung PT 0 Persen

Perempuan Islam Dukung PT 0 Persen
Wasekjen BMIWI Eneng Humairoh dalam suatu kesempatan. (foto: ist.)
Minggu, 19 Desember 2021 17:02 WIB
PEKALONGAN - Badan Musyawarah Islam Wanita Indonesia (BMIWI) mendukung Presidential Threshold 0 persen yang disuarakan Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Wasekjen BMIWI Eneng Humairoh dalam siaran resmi dewan senat yang dikutip di Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (19/12/2021) mengatakan, pihaknya sepakat dengan penetapan ambang batas 0 persen.

"Presidential Threshold 0 persen merupakan wujud dari demokrasi berkeadilan," kutipan pernyataan Eneng yang dibaca GoNEWS.co.

Ketentuan yang tertuang di dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, kata Eneng, selain mengerdilkan nilai-nilai demokrasi juga mengebiri kepemimpinan nasional.

"Arogansi menjadi otoritas dalam menetapkan calon pemimpin. Sedangkan pluralitas bangsa tidak mungkin terwakili oleh kehendak salah satu partai politik. Sebab faktanya, banyak suara terbuang pada saat Pilpres karena dinilai calon pemimpin tidak ada yang layak untuk dipilih," tegas dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Nusantara, Jawa Tengah
wwwwww