Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
21 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
22 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
21 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
21 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
21 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
21 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Nasional

Hindari Calo Karantina dengan Booking Hotel Sebelum Terbang

Hindari Calo Karantina dengan Booking Hotel Sebelum Terbang
Para penumpang penerbangan luar negeri yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta menunggu ketersediaan kamar karantina pada Minggu, 19 Desember 2021. (gambar: tangkapan layar video ist.)
Jum'at, 24 Desember 2021 03:25 WIB
DEPOK - Koordinator Hotel Repatriasi Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Vivi Herlambang menyarankan agar masyarakat yang hendak terbang ke luar negeri memesan hotel terlebih dulu untuk karantina mandiri saat kembali ke Indonesia. Hal tersebut Ia sampaikan dalam acara 'Kupas Tuntas Prosedur Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri' yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (23/12/2021).

"Jadi, pada waktu kembali ke Indonesia sudah ada tempat untuk karantina," kata Vivi dikutip GoNEWS.co Jumat (24/12/2021) di Depok, Jawa Barat.

PHRI, kata Vivi, menyiapkan sebanyak 16.588 kamar dari 135 hotel di Jabodetabek. "Tingkat keterisian baru mencapai 56 persen," ujarnya.

Sebelumnya, satu video berdurasi sekitar 2.30 menit beredar di media sosial. Video itu mengungkap kondisi para penumpang yang baru tiba ke Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (19/12/2021) subuh.

"Assalamualaikum, ini pagi jam 4. Kita di Bandara Soekarno-Hatta ngantri untuk karantina di Wisma Atlet. Ngantri dari habis maghrib sampai subuh ya," ujar si Ibu perekam.

Lansiran RMOL menyebut, Ibu perekam video juga menceritakan kondisi para penumpang pesawat yang harus tidur berdiri atau bersandar di tembok untuk menunggu giliran pelayanan petugas karantina Covid-19.

Dia dan para penumpang lain yang sempat dia ajak mengobrol mengaku ditawari layanan hotel karantina. Namun harganya tidak masuk akal, sehingga lebih memlih menunggu lama untuk bisa mendapat pelayanan gratis dari Wisma Atlet.

"Ini masih ngantri panjang, tuh lihat. Ini benar-benar nih pemerintah, penyiksaan kepada rakyat. Karantina di hotel satu orangnya Rp19 juta. Kalau 22 orang berapa? Lebih mending menderita begini," ketusnya.

Si ibu perekam menyebutkan, para penumpang pesawat yang tiba di Bandara Soeta sebagian besar Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri, dan juga turis yang hendak berlibur ke wilayah ibu kota.

"Kita punya hak mendapat (pelayanan) di Wisma Atlet. Banyak calo-calo membujuk supaya kita di hotel ya Bu, Rp19 juta satu orang. Gila, benar-benar ini mafianya," keluhnya.

Bahkan si ibu perekam juga menceritakan keluhan dari seorang penumpang bapak-bapak yang sejak sebelum hari dirinya merekam video tersebut sudah menunggu giliran karantina.

"Katanya petugasnya dua melayani 4.000 orang, Edan!" herannya.

"Tolong diviralkan ya, abang-abang, mpok-mpok, kakak-kakak, adik-adik, kasihan ini rakyat kita menderita," tutup si ibu perekam.

Diketahui, hingga Sabtu (18/12/2021), sejumlah tempat karantina Covid-19 di wilayah sekitar DKI Jakarta sudah penuh dan hampir penuh.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris Mudian menerangkan, pada dua hari yang lalu Wisma Atlet Pademangan yang menjadi lokasi karantina bagi WNI sudah full 100 persen dari kapasitas 5.796 bed dari 1.932 kamar.

Selain itu, jumlah WNI yang menghuni tiga tower lainnya di Wisma Atlet yaitu Tower 8, 9 dan 10 sudah terisi full dengan jumlah 2.911 orang laki-laki dan 2.885 orang perempuan.

Kemudian untuk Rusun Pasar Rumput yang juga dijadikan tempat karantina Covid-19 sudah hampir penuh pada Sabtu kemarin. Di mana dari kapasitas 5.454 orang, saat ini sudah terisi 89.18 persen atau terpakai 4.864 orang. Artinya, tinggal tersisa 10,82 persen dari total kapasitas tempat tidur atau sebanyak 590 unit.

Namun di hari yang sama, jumlah total WNI yang pulang melalui Bandara Soekarno-Hatta dan menjalani karantina berjumlah 616.041 orang WNI, dan yang ditampung di Rusun Pasar Rumput sebanyak 504 orang.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:berbagai sumber
Kategori:PON, Nasional, Jawa Barat
wwwwww