Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Non Olympic

NOC Indonesia Optimistis Sanksi WADA Ditangguhkan

NOC Indonesia Optimistis Sanksi WADA Ditangguhkan
Raja Sapta Oktohari. (Dok. NOC Indonesia)
Jum'at, 24 Desember 2021 18:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SINGAPURA - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) terus mengupayakan mempercepat pencabutan sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI). Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) aktif menjemput bola agar Merah Putih bisa segera berkibar di ajang internasional.

Okto, sapaan karib Raja Sapta, menemui Direktur Umum Regional Anti-Doping ASEAN (SEARADO) Gobinathan Nair di Singapura, Rabu (22/12/2021). Dalam kesempatan itu, Okto menyampaikan progres Indonesia. Termasuk hasil pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal WADA Olivier Niggli dan Direktur Regional Anti-Doping Eropa dan Relasi Federasi Internasional Sébastien Gillot di Lausanne, Swiss, awal Desember.

“Ini merupakan kelanjutan dari kerja kami. NOC Indonesia merupakan patner SEARADO, dan saya dan Sekjen (Ferry Kono) adalah bagian dari Gugus Tugas yang wajib memberikan dukungan maksimal kepada LADI untuk menyelesaikan tugas dan memastikan LADI menjadi lembaga independen sehingga tugas Gugus Tugas bisa terwujud. Kami tidak akan libur sampai Merah Putih berkibar,” kata Okto, Kamis (23/12/2021).

Okto mengatakan, respons Gobi sangat positif. Terlebih, Sekjen WADA Olivier Niggli mengapresiasi gerak cepat NOC Indonesia yang mendorong LADI untuk menyelesaikan segala pending matters dalam waktu cepat sehingga mereka berjanji untuk meninjau ulang sanksi yang diberikan.

“Tentu masih ada pekerjaan rumah yang harus dikerjakan LADI. Tapi, dengan progres saat ini kami sangat optimistis triwulan awal sanksi WADA untuk LADI bisa ditangguhkan. Kami tengah berusaha memperjuangkannya, apalagi agenda olahraga 2022 sangat padat,” kata Okto.

Indonesia akan menghadapi kalender olahraga 2022 yang padat, yakni multi event SEA Games (12-23 Mei), Islamic Solidarity Games (9-18 Agustus), Asian Games (10-25 September), dan Asian Youth Games (20-28 Desember).

Itu belum termasuk single event, yakni FIBA Asia Cup 2022 (!2-24 Juli), IFSC Climbing World Cup (24-26 September), IESF 14th Esports World Championships 2022 (20-27 November) serta rangkaian turnamen BWF tour.

“Presiden NPC Indonesia (Senny Marbun) juga sudah menelepon saya. Beliau meminta langsung agar sanksi LADI bisa segera ditangguhkan, sehingga Indonesia bisa menyelenggarakan ASEAN Para Games. Seperti yang kita tahu, Filipina tidak menggelar ASEAN Para Games pada 2019, dan Vietnam juga mundur sehingga kasian atlet-atlet disabilitas kita jika tidak ada event dua penyelenggaraan beruntun,” tutup Okto. ***

wwwwww