Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Ternyata Ini Alasan Sejumlah Politisi PDIP Lampung Putuskan Lompat ke Nasdem

Ternyata Ini Alasan Sejumlah Politisi PDIP Lampung Putuskan Lompat ke Nasdem
Ketua DPW Partai Nasdem Lampung Herman HN. Herman HN mengungkapkan alasannya keluar dari PDIP memilih Nasdem. [Lampungpro.co]
Rabu, 05 Januari 2022 02:00 WIB

LAMPUNG - Kepindahan mantan Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal, dari PDIP ke Partai Nasdem Lampung dinilai sebagai sebuah langkah seorang politisi sejati.

"Berpikirnya mana yang paling menguntungkan bagi dia, tak peduli soal etika dan ideologi. Ya begitulah sifat dasarnya politisi," ujar pengamat politik dari FISIP Unila, Budi Kurniawan, dikutip GoNews.co dari Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (4/1).

Ia menjelaskan, Dedi "lompat pagar" ke Nasdem menyusul Herman HN dan mantan Ketua DPC PDIP Pesawaran M. Nasir karena "bus" PDIP sudah penuh sesak dan tidak mendapatkan potensi politik yang baik.

"Ada tawaran Nasdem ya ambil, karena mungkin masih ada space atau slot yang lumayan lega. Ini kalau istilah ilmuwan politik disebut maximizing utilities, politisi selalu berhitung mana yang paling menguntungkan menurut dia," sambungnya.

Sementara itu, ditambahkan Dosen Ilmu Pemerintahan Unila, Darmawan Purba, perpindahan politisi PDIP ke Nasdem Lampung tak lepas dari dua situasi yang saling berhubungan.

Pertama, dinamika di PDIP sebagai partai besar memiliki persaingan internal yang tinggi. Sehingga lumrah jika ada sebagian kader yang tidak terakomodir dalam struktur partai maupun jabatan-jabatan politik kemudian memilih jalan lain.

Kedua, Nasdem adalah partai cepat dalam mengidentifikasi potensi elite politik dan tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas dan membutuhkan saluran atau akses politik. "Partai Nasdem memberikan peluang dan ruang itu. Dan langkah ini adalah langkah jitu," sambungnya.

Terbukti, lanjut Darmawan, sosok PDIP yang pindah ke Nasdem, yakni Walikota Lampung dua periode Herman HN, Ketua DPC PDIP Pesawaran M Nasir, dan Dedi Afrizal, adalah tokoh-tokoh dengan kapasitas dan rekam jejak yang sudah teruji.

"Nasdem membuka ruang untuk mereka dan tokoh lainnya untuk masuk dan dapat langsung menempati jabatan jabatan inti atau jabatan strategis walaupun tidak melalui mekanisme umum organisasi seperti Musda dan sebagainya," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Lampung
wwwwww