Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Beladiri

5 Oknum Polisi Polda Sumbar Dicopot karena Diduga Jadi Beking Tempat Pijat Plus-plus

5 Oknum Polisi Polda Sumbar Dicopot karena Diduga Jadi Beking Tempat Pijat Plus-plus
Ilustrasi pijat plus-plus. (Foto; Istimewa)
Selasa, 11 Januari 2022 21:15 WIB

JAKARTA - Sudah jadi kewajiban aparat keamanan untuk mengamankan tempat-tempat yang disinyalir menjadi sarang maksiat. Namun, lima oknum polisi dari Polda Sumatera Barat (sumbar) diduga jadi beking tempat pijat plus-plus.

Karena tindakan tersebut, kelima anggota Polda Sumbar tersebut akhirnya dicopot dari jabatannya. "Kami tegaskan kepada rekan-rekan, bahwa dimana beliau (Kapolda Sumbar) melakukan mutasi terhadap beberapa personel. Mencopot beberapa anggota yang diduga beking pijit plus, SPA," Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, Selasa (11/1/2022).

Kelima anggota bermasalah ini antara lain berinisial EL, N, AM, AN dan RN. Selain dicopot, Satake menyebut kelima polisi tersebut juga masih diperiksa oleh Propam. "Ada perwira dan bintara dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh Propam Polda Sumbar dan yang bersangkutan akan di proses," beber Satake.

Satake sendiri tidak merinci detail mengenai kasus ini. Dia hanya menyebut Kapolda Sumbar dengan tegas ingin menjaga marwah provinsi Sumbar dari praktik-praktik prostitusi.

"Ini merupakan lampu kuning bagi tempat maksiat yang ada di Sumbar. Itu sebagai komitmen bapak Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa," pungkas Satake.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww