Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Nasional

Kata MUI soal Analisa Mantan Kabais terkait TKA China

Kata MUI soal Analisa Mantan Kabais terkait TKA China
Miniatur perisai tentara Han tahun 200an SM. (foto: ist.)
Jum'at, 14 Januari 2022 17:59 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyebut, analisa mengenai agenda China melalui penempatan tenaga kerja sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan. Hal ini Ia sampaikan dalam suatu tulisannya yang diterima di Jakarta, Jumat (14/1/2022).

"Pernyataan mantan Kabais, Letjen (purn) Yayat Sudrajat benar-benar mengejutkan dan mengkhawatirkan kita," kata Anwar dikutip GoNEWS.co.

Menurut Yayat, kata Anwar, tenaga kerja China yang dikirim ke negara penerima bantuan adalah tentara terlatih dari bangsa Han dimana keberadaan dan kehadiran mereka di negeri tujuan bukan didisain untuk kembali lagi ke negara mereka melainkan untuk menguasai negara yang ditempati oleh TKA China tersebut.

"Analisis dan pandangan letjen Yayat ini tentu tidak boleh kita anggap enteng karena yang bersangkutan bukanlah orang sembarangan. Beliau selain sebagai mantan kepala badan intelijen strategis (Bais) juga pernah menjadi atase pertahanan indonesia di China pada tahun 2006-2009," kata Anwar.

Dengan latar belakang tersebut, Menurut Anwar, Yayat sangat tahu dan faham betul tentang bagaimana ambisi dan cara-cara yang telah ditempuh oleh negara tirai bambu untuk menguasai negara-negara seperti Mongolia, Xinjiang dan Tibet.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww