Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
6 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Non Olympic
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Gading Marin Tak Bisa Tenang, RANS Dihujani Tembakan

Gading Marin Tak Bisa Tenang, RANS Dihujani Tembakan
West Bandits Solo saat taklukkan RANS PIK Basketball. (Foto: iblindonesia)
Minggu, 16 Januari 2022 14:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Laga perdana memang sangat menegangkan bagi Presiden Klub West Bandits Combiphar Solo, Gading Marten yang tidak bisa duduk tenang di bangku penonton. Bahkan, dia sering berdiri ketika para pemain West Bandits Solo mencetak poin. Apalagi, West Bandits makin rajin mencetak poin di kuarter ketiga yang menambah keunggulannya jadi 23 poin (63-40).

Rio Disi jadi pahlwan West Bandits. Akurasi tembakannya tajam, khususnya di lima menit terakhir. Sebab, itu bisa meredam kebangkitan RANS di kuarter ketiga. Tapi yang luar biasa, Rio membuat sebuah gerakan ankle breaker sebelum mencetak three point di sisa 1 menit 15 detik. Aksinya tersebut mendapatkan sambutan meriah dari penonton.

RANS sendiri berupaya bangkit setelah turun minum. Di lima menit pertama, mereka menurunkan defisit poin jadi 10 poin di separuh waktu kuarter ketiga. Tapi momentum tersebut diputus oleh Rio Disi yang mencetak layup dan three point berturut-turut. RANS harus tertinggal dan kali ini malah lebih jauh, yakni 23 poin.

West Bandits semakin di atas angin setelah kuarter ketiga berakhir. Tapi mereka tidak boleh lengah. Sebab RANS bukan tim sembarangan. Sebab mereka bisa menurunkan defisit poin hanya dalam lima menit saja. Kalau itu terjadi lagi di kuarter keempat, maka kemenangan West Bandits bisa terancam. ***

wwwwww